alexametrics

Kurs Rupiah Melemah, BI Salahkan Sentimen Eksternal

loading...
Kurs Rupiah Melemah, BI Salahkan Sentimen Eksternal
Pelemahan kurs rupiah terhadap USD pada perdagangan awal pekan hari ini, menurut Bank Indonesia (BI) bukan dikarenakan faktor domestik melainkan akibat sentimen negatif dari eksternal. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan hari ini, menurut Bank Indonesia (BI) bukan dikarenakan faktor domestik melainkan akibat sentimen negatif dari eksternal. Sebagai informasi, nilai tukar rupiah yang sempat menguat pada kisaran level Rp13.900/USD kini menyusut menjadi Rp14.040/USD.

"Tidak terdapat faktor domestik yang memengaruhi kurs Rupiah hari ini. Melemahnya Rupiah lebih karena risk off dan flight to quality yang mewarnai pasar keuangan global, terutama kekhawatiran atas terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global," ujar Kelapa Departemen Keuangan Moneter BI Nanang Hendrasah saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Menurutnya kekhawatiran global mencuat setelah rilis data Industrial Production Italia dan Perancis periode Desember 2018 mengalami kontraksi sehingga menguatkan kemungkinan memburuknya ekonomi Eurozone. Sambung dia menambahkan, risk off global juga dipengaruhi kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap hasil negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.



Terang dia, kedua ekonomi terbesar dunia yang terlibat perang dagang diyakini tidak akan menemui kesepakatan lebih lanjut sampai dengan batas waktu 90 hari gencatan perang dagang. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang belum akan menemui Presiden China Xi Jinping hingga deadline ‪tanggal 1 Maret 2019‬.

"Risk off di pasar keuangan global membuat indeks saham global melemah dan terjadi aksi flight to quality sehingga membuat yield sovereign bond negara utama mengalami penurunan. Kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa dan kegagalan trade talk antara AS dengan China juga membuat USD berlanjut menguat terhadap G10 currencies (mata uang) dan sebagian besar emerging currencies (mata uang emerging markets)," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak