alexametrics

Harga BBM Premium Turun Tak Bebani Keuangan Pertamina

loading...
Harga BBM Premium Turun Tak Bebani Keuangan Pertamina
Penurunan harga BBM subsidi jenis Premium pada wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) ditegaskan tidak membebani keuangan PT Pertamina (persero). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Premium pada wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) ditegaskan tidak membebani keuangan PT Pertamina (persero). Seperti diketahui harga BBM Premium turun Rp100/liter dari harga semula di Jawa, Madura, Bali (Jamali) Rp6.550/liter, kini menjadi Rp6.450 per liter.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan formula baru untuk harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM). Imbasnya, sejumlah badan usaha melakukan penyesuaian harga yang membuat premium turun.

Diterangkan penurunan tersebut agar menyesuaikan dengan harga BBM di luar Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Direktur Utama PT Pertamina Nicke menegaskan, turunnya harga premium tidak akan memberatkan keuangan pertamina. "Ya enggak lah. Tidak memberatkan keuangan kita. Saya malah suka karena biar masyarakat cinta sama Pertamina," ujar Nicke di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).



Dalam kesempatan yang sama yakni rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengutarakan penurunan harga BBM premiun untuk melindungi konsumen serta menjaga kelangsungan badan usaha. "Maksud tujuan ambil kebijakan ini adalah untuk melindungi konsumen, menjaga pelaku usaha, dan tidak ambil keuntungan terlalu besar," tutupnya.

Selain Premium, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Cs. Tapi untuk Pertalite tidak turun. Sekadar informasi, Pertamina menurunkan harga BBM non subsidi yang berlaku 10 Februari 2019 pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB). Penurunan ini sebesar Rp50-Rp800 per liter. Kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak