alexametrics

Petani Jangan Mudah Putus Asa Dalam Budidaya Cabai

loading...
Petani Jangan Mudah Putus Asa Dalam Budidaya Cabai
Petani cabai. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Tidak ada yang bisa menebak pergerakan harga cabai. Terkadang pedas bagi konsumen, terkadang pula pedas bagi petani cabai. Artinya harga cabai fluktuatif.

Saat ini, harga cabai cenderung turun. Hal ini membuat Sukirman, petani cabai asal Pilangsari, Kabupaten Sragen, memilih warga untuk memetik cabai miliknya secara gratis. Tanaman cabai tersebut seluas 1.000 meter persegi.

"Iya mas, saya memang gratiskan untuk warga. Silakan dipetik sendiri. Tapi cuma 1.000 meter persegi lho, itu juga karena memang mau saya bongkar dan tanam cabai yang baru. Jadi bukan karena putus asa, sama sekali bukan," ujar Sukirman.



Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sragen, Suwito, mengakui harga cabai di tingkat petani naik turun. Pada panen sebelumnya, petani menikmati kisaran harga yang lumayan, sehingga petani tidak ada istilah rugi besar.

"Menurut saya wajar, musim ini harga kurang bagus, tapi di musim panen sebelumnya harga relatif stabil, masih ada margin keuntungan," jelasnya.

Lalu bagaimana terkait dengan adanya petani Sragen yang mempersilahkan warga untuk memanen gratis? Suwito menuturkan hal itu karena sudah menjelang panen habis sehingga lahan cabainya mau dibongkar, apalagi dengan luasan yang terbatas.

"Tapi masyarakat petani kami masih bersyukur, setidaknya hal hal seperti ini menjadi momen untuk kami semua untuk saling berintropeksi. Bahasa kerennya, ya beginilah dunia budidaya cabai. Ada kalanya untung segunung, ada kalanya pula impas. Semua wajib disyukuri," tandasnya.

Tentang hal ini, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Mohamad Ismail Wahab, berharap petani tidak gampang putus asa dalam berbudidaya cabai. Bukan berarti saat harga lagi murah, terus petani putus asa, sehingga tidak mau merawat dan menanam lagi.

"Ini yang sebenarnya kita jaga. Keberadaan tanaman cabai tetap harus kita jaga. Kan dipanen 3 sampai 4 bulan kedepan. Insya Allah kalau kita tetap semangat, harga bisa lebih menjanjikan di musim panen mendatang," ujar Ismail dalam keterangan resmi, Senin (11/2/2019).

Ismail menegaskan Kementan akan terus berupaya mencari solusi konkret untuk menangani cabai. Beberapa solusi mulai dari pengawalan penurunan biaya kargo pesawat sampai menjembatani dengan industri olahan sudah kita lakukan.

"Seperti kejadian di Sragen, petani membebaskan warga untuk memetik, itu baik. Tapi bukan berarti petani putus asa," tegasnya.

Pasalnya, lanjut Ismail, beberapa waktu panen sebelumnya, bisa jadi sudah diperoleh harga yang lumayan bagus. Sedangkan saat ini terkendala dengan ongkos tenaga kerja yang lumayan mahal, tenaga kerjanya pun langka juga.

"Saya yakin petani sudah mengenal bahkan paham soal manajemen pola tanam. Tinggal kita kawal penerapannya di lapangan. Ini penting sekali untuk stabilisasi pasokan dan harga cabai," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak