alexametrics

Rupiah Berakhir Tak Berdaya di Tengah Kejayaan Dolar

loading...
Rupiah Berakhir Tak Berdaya di Tengah Kejayaan Dolar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (12/2/2019) masih tak berdaya menghadapi tekanan, mengiringi kejayaan dolar yang berada di kisaran level terbaiknya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (12/2/2019) masih tak berdaya menghadapi tekanan, untuk melengkapi raihan negatif sepanjang hari ini. Tren pelemahan rupiah mengiringi kejayaan dolar yang masih berada di kisaran level terbaiknya dalam 2019.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh menjadi Rp14.065/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.035/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari kedua pekan ini berada di posisi Rp13.991 hingga Rp14.095/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga merosot ke level Rp14.067/USD dibandingkan sesi kemarin Rp14.034/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.040-Rp14.097/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah tidak lebih baik di posisi Rp14.070/USD. Angka ini menunjukkan mata uang Garuda masih tak berdaya, dibandingkan kemarin pada level Rp14.030/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah menjadi Rp14.088/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah balik terpuruk dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.995/USD.

Sementara itu Dolar AS bertahan pada posisi tertinggi dua bulan dan dolar Australia meningkat pada perdagangan Selasa, seperti dilansir Reuters. Harapan kemajuan dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China serta kesepakatan tentatif untuk menghindari shut down atau penutupan pemerintah federal AS jadi sentimen.

Sebagai informasi anggota parlemen AS mencapai kesepakatan tentang pendanaan keamanan perbatasan yang dapat membantu mencegah penutupan sebagian pemerintah federal yang akan dimulai pada hari Sabtu, untuk kemudian memicu kenaikan saham Asia. Di sisi lain negosiasi babak baru Beijing dan Washington dimulai awal pekan ini.

Melawan enam mata uang utama rival lainnya, dolar secara umum stabil pada level 96,986 setelah naik ke level tertinggi sejak pertengahan Desember di posisi 97,117 pada sesi sebelumnya. Pasar keuangan telah diguncang oleh ketegangan perdagangan selama setahun terakhir, dengan sentimen bisnis global terpukul ketika aktivitas pabrik dan pertumbuhan ekonomi tertekan.

Kenaikan dolar dalam beberapa hari terakhir juga telah dipicu oleh meningkatnya kehati-hatian terhadap prospek saingan utamanya, terutama euro dan pound Inggris. Data Eropa yang lemah telah menjadi sentimen negatif terhadap mata uang tunggal. Pada hari Selasa, euro bertahan di dekat level terendah dalam dua setengah bulan di level 1,1267 terhadap dolar pada sesi sebelumnya.

Selanjutnya Poundsterling bergerak mendatar menjadi 1,2878 versus USD sebelum pernyataan Perdana Menteri Theresa May kepada anggota parlemen. Dengan hanya beberapa minggu sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa secara resmi pada 29 Maret, investor semakin khawatir bahwa kesepakatan Brexit mungkin tidak akan selesai pada waktunya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak