alexametrics

Potensi Industri Nuklir Tinggi, Reaktor Bandung Terus Kembangkan Isotop

loading...
Potensi Industri Nuklir Tinggi, Reaktor Bandung Terus Kembangkan Isotop
Badan Tenaga Nuklir (Batan) reaktor Bandung bakal terus mengembangkan radioisotop melihat potensi industri pada produk nuklir yang terus berkembang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BANDUNG - Badan Tenaga Nuklir (Batan) reaktor Bandung bakal terus mengembangkan radioisotop melihat potensi industri pada produk nuklir yang terus berkembang. Kepala Reaktor Bandung Jupiter Sitorus Pane mengatakan, dari dulu reaktor Bandung terus memenuhi kebutuhan radioisotop. Saat ini, kemampuannya mencapai 2.000 kilowatt untuk memenuhi kebutuhan sejumlah rumah sakit dan obat medis.

“Sekarang banyak nuklir riset yang berpotensi menjadi industri. Kedepan, banyak yang bisa digarap dari radioisotop ini. Misalnya penelitian stunting, penelitian kadar udara, different material, dan lainnya,” beber Jupiter di Bandung, Selasa (12/2/2019).

Sementara pada bidang medis, kata dia, pihaknya mengembangkan senyawa bertanda. Senyawa itu dibuat menjadi obat, namun dengan kemampuan yang tepat sasaran. Sebelumnya, Batan juga telah mengembangkan produk obat kanker. Obat tersebut memiliki kemampuan menghilangkan rasa sakit selama beberapa hari.



“Potensi industri nuklir untuk kesehatan masih sangat besar. Kami akan memasuki pasar industri di Indonesia,” jelas dia.

Sementara itu, Plt Kepala Batan Efrizon Umar mengatakan, saat ini ada tiga reaktor yang aktif. Untuk reaktor Yogya fokus untuk pembelajaran, reaktor Bandung dapat memproduksi radioisotop untuk kesehatan, dan reaktor Serpong menghasilkan berbagai produk.

“Kami bekerja sama dengan Kimia Farma untuk beberapa produk kesehatan. Produk tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Saat ini, sudah ada 5 produk kesehatan hasil kerjasama dengan Kimia Farma,” beber dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak