alexametrics

Klarifikasi, Sri Mulyani Sebut Bakal Gandeng Gopay dan Ovo

loading...
Klarifikasi, Sri Mulyani Sebut Bakal Gandeng Gopay dan Ovo
Menkeu Sri Mulyani memberikan klarifikasi terkait pernyataanya seputar perkembangan perusahaan penyedia jasa pembayaran digital seperti OVO dan GoPay. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan klarifikasi terkait pernyataanya seputar perkembangan perusahaan penyedia jasa pembayaran digital seperti OVO dan GoPay. Disebutkan mantan Direktur Pelaksana Dunia itu khawatir soal perkembangan pembayaran qr code di Indonesia yang begitu pesat karena ada potensi pajak yang hilang.
(Baca Juga: Gopay dan Ovo Bikin Sri Mulyani Cemas, DJP Harus Bisa Menyerap Pajak)
Namun Sri Mulyani menerangkan bukan hal itu yang dimaksudkan, namun dirinya malah ingin menggandeng Gopay dan Ovo dalam meningkatkan peluang dalam sistem pembayaran. Pasalnya, perusahaan startup berbasis digital ini memiliki peranan yang penting.

"Saya tidak menyatakan begitu dan kemarin itu rapat mengenai culture di Kementerian Keuangan dan kita melihat macam-macam perkembangan payment sistem sebagai peluang. Kita bekerja sama dan gandeng mereka dengan beragam payment sistem itu dalam meningkatkan fleksibilats dan akuntabilitas. Saya tidak menyampaikan itu, tolong diperjelas yah," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (13/2/2019).
(Baca Juga: Ekonom: Pajak Gopay dan Ovo Jangan Halangi Perkembangan Startup)
Sambung dia, menambahkan pihaknya tidak berusaha mengatur regulasi mengenai Ovo dan Gopay. Menurutnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya ingin menjadi rekan kerja sama seiring meningkatnya pekembangan teknologi di lingkungan Kemenkeu.

"Ovo dan Gopay, kita tidak mengatur. Tapi kita melihat opportunity, jadi saya ingin berpartner untuk perkembangan digital itu dalam sistem pembayaran. Kita melihat peluang dan kesemptan kerja sama itu," tandasnya.

(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak