alexametrics

Bikin Fintech Khusus Pembayaran Digital, BUMN Lapor ke BI

loading...
Bikin Fintech Khusus Pembayaran Digital, BUMN Lapor ke BI
Kementerian BUMN berencana membentuk perusahaan startup penyedia pelayanan pembayaran QR code bernama LinkAja dan telah dilaporkan ke Bank Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk perusahaan startup penyedia pelayanan pembayaran QR code bernama LinkAja di bawah perusahaan PT Fintek Karya Nusantara. Perusahaan baru itu nantinya akan meramaikan industri fintech dan bakal menjadi pesaing OVO dan GoPay yang berkembang pesat belakangan ini.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, telah melaporkan perizinan tersebut ke Bank Indonesia (BI). Pihaknya terus menggodok rencana ini secara insentif agar LinkAja bisa segera diluncurkan.

"Kita sudah bicarakan ke Bank Indonesia untuk rencana ini. Kita meramaikan aja jadi bukan pesaing, customer base mereka belum banyak 19 juta kalau 15 juta untuk Gojek, Grab," ujar Gatot di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (13/2/2019).



Sambung dia menerangkan, komposisi pemegang saham LinkAja nantinya terdiri dari Telkomsel 25%, Bank Mandiri 20%, Bank Negara Indonesia (BNI) 20% dan Bank Rakyat Indonesia 20%. Kemudian Bank Tabungan Negara (BTN) 7%, Pertamina 7% dan Jiwasraya 1%. "Nanti masuk ke holding keuangan. Ada kok di situ sambil bersama holding jasa keuangan. Model ini seperti ATM Link, jadi satu juga," katanya.

Nantinya, proses ini akan dilakukan secara bertahap, pertama penggabungan dilakukan untuk memperkuat basis customer. Salah satunya menggabungkan layanan quick response (QR) code milik bank BUMN dan TCash milik Telkomsel. "Nanti ke depan kan customer base nya perlu bareng-bareng jadi nggak duplikasi," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak