alexametrics

Capai SDGs, MAI Foundation-Bank Syariah Mandiri Jalin Kerjasama

loading...
Capai SDGs, MAI Foundation-Bank Syariah Mandiri Jalin Kerjasama
Para pengelola Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation saat memperkenalkan Program Urbanpreneur di Jakarta, Rabu (13/2/2019). Foto/Dok.MAI Foundation
A+ A-
JAKARTA - Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation mencatat pertumbuhan kinerja di tahun 2018. Hal ini terangkum dalam Public Expose 2019 yang diadakan di Jakarta.

"Salah satu misi MAI Foundation yaitu terpercaya. Karena itu, penting sekali bagi MAI yang merupakan lembaga kemanusiaan bertugas menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial lainnya dari masyarakat di Indonesia untuk dapat memegang amanah secara baik, selain capaian dan rencana, kesempatan ini juga kami menyampaikan impact keberadaan MAI serta governance dalam mengkawal amanah ZISWAF,” kata Agus Dwi Handaya, pembina MAI Foundation, Rabu (13/2/2019).

Dalam menggulirkan program-program, jamin dia, MAI tetap mengimplementasikan program pemerintah yang tertuang dalam 17 butir Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan yang dicanangkan menjadi fokus dari sebuah lembaga sosial, khususnya lembaga zakat.



"Seperti pengentasan kemiskinan, kelaparan, tercapainya kesejahteraan, air bersih dan sanitasi, pendidikan yang tuntas dan berkualitas, serta terjaminnya kualitas hidup yang baik melalui layanan kesehatan. MAI membagi program tersebut ke dalam 5 bina yaitu bina kesehatan, bina sarana fisik, bina ekonomi, bina sosial dan bina ilmu," papar Agus.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum MAI Foundation, Tedi Nurhikmat, mengatakan MAI memiliki prosedur dan mekanisme dalam menentukan ashnaf. Ashnaf penerima manfaat MAI seperti yang tertuang dalam Al Quran surat At Taubah ayat 60 yang meliputi fakir, miskin, muallaf, riqab, gharimin, amil, ibnu sabil dan fiisabilillah.

"Penentuan berhak dan layaknya penerima manfaat dari proses pencatatan, proses scoring hingga proses penyaluran juga didukung oleh SOP yang sudah berlaku di MAI. Kami juga memiliki Dewan Syariah yang berfungsi untuk menjaga lembaga dalam memonitor dan mengevaluasi Penyaluran agar sesuai syariahnya," ujar Tedi Nurhikmat.

Sementara pada 2018, Mandiri Amal Insani mengalami pertumbuhan penghimpunan yang melampaui target yakni 101%. Untuk penyerapan dana, bidang penyaluran berhasil mencapai 97% dari anggaran 2018. Adapun untuk jumlah penerima manfaat sebanyak 119.350 jiwa atau 116% dari tahun sebelumnya.

Atas pencapaian ini, Direktur MAI Foundation, Abdul Ghofur, mengatakan MAI harus terus berinovasi dalam hal kebermanfaatan program, pelayanan, dan pelaporan untuk menjaga kepercayaan donatur dan para stakeholder.

"Kami berusaha memperlihatkan kebermanfaatan program yang dikelola MAI juga pelayanan dan pelaporan kepada donatur dan stakeholder agar kepercayaan mereka dalam menyalurkan dana ZISWAF-nya bisa berkelanjutan," harap Ghofur.

Selain pemaparan pencapaian kinerja MAI, pada Public Expose MAI 2019, Mandiri Amal Insani me-launching Program Kemudahan Berwakaf. Ini adalah program kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri melalui Mandiri Syariah Mobile. Lalu ad apula Program Rumah Sehat Mandiri, yakni rumah singgah sementara bagi pasien dhuafa rujukan RSUP dr Sardjito Yogyakarta dan RS Karyadi Semarang yang berasal dari luar daerah.

"Kami juga menyediakan Program Urbanpreneur atau program ekonomi dengan memberdayakan tukang bakso keliling untuk peningkatan taraf hidup penggiat usaha," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak