alexametrics

Inflasi Inggris Turun ke Level Terendah Dua Tahun di Januari

loading...
Inflasi Inggris Turun ke Level Terendah Dua Tahun di Januari
Inflasi Inggris turun ke level terendah dalam dua tahun pada Januari 2019, usai terseret seiring dengan penurunan harga energi dan bahan bakar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
LONDON - Inflasi Inggris turun ke level terendah dalam dua tahun pada Januari 2019, usai terseret seiring dengan penurunan harga energi dan bahan bakar. Kantor Statistik Nasional juga menerangkan Indeks Harga Konsumen (CPI) berada di level 1,8% bulan lalu dari 2,1% pada Desember.

Seperti dilansir BBC, penurunan pada Januari sebagian diimbangi oleh kenaikan tarif tiket transportasi udara dan feri, lebih besar dari perkiraan ekonom dan mencuat saat data terbaru menunjukkan upah mengalami kenaikan 3,3%. Inflasi memuncak ke posisi tertinggi lima tahun di 3,1% pada November 2017 dan terakhir 1,8% pada Januari 2017, silam.

Para ekonom telah memperkirakan bahwa CPI akan jatuh pada bulan Januari menjadi 2% yang menjadi target inflasi Bank Inggris. "Penurunan inflasi ini terutama disebabkan oleh gas, listrik, dan bensin yang lebih murah. Lalu diimbangi oleh kenaikan harga tiket feri dan tarif transportasi udara turun lebih lambat daripada tahun lalu," jelas Kepala Inflasi ONS Mike Hardie



Batas harga energi Ofgem, yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2019, membantu menurunkan inflasi, terang ONS. Namun, batas itu sedang dinaikkan dan ini kemungkinan akan dimasukkan ke angka CPI selanjutnya.

ONS mencatat harga bensin juga turun sebesar 2,1% per liter antara Desember 2018 dan Januari 2019 seiring jatuhnya harga minyak mentah. Tarif hotel dan restoran juga lebih rendah sementara harga pakaian wanita dan anak-anak mengalami penurunan harga yang lebih besar dari tahun sebelumnya.

Ketika upah naik 3,3%, Ekonom senior Institute of Directors Tej Parikh mengatakan, inflasi yang lebih rendah adalah "anugerah" bagi ekonomi karena upaya untuk mengatasi dampak ketidakpastian. "Selama dua tahun terakhir, rumah tangga telah terjepit di antara harga yang tinggi dan pertumbuhan upah yang lemah. Dengan inflasi sekarang pada level terendah dua tahun dan meningkatnya momentum dalam paket pembayaran, konsumen cenderung merasa kurang," ungkapnya.

Ian Stewart, Kepala ekonom di Deloitte, juga menyoroti potensi bantuan bagi peritel. Dia mengatakan penurunan inflasi di samping meningkatnya pendapatan juga memberikan peningkatan yang kuat untuk daya beli. "Brexit mendominasi saat ini, tetapi jika risiko Brexit berkurang, konsumen akan berada di posisi yang baik untuk mencapai High Street," tambahnya.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak