alexametrics

Rupiah Berakhir Tak Berdaya Saat Euro Menjauhi Level Terendah

loading...
Rupiah Berakhir Tak Berdaya Saat Euro Menjauhi Level Terendah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (14/2/2019) masih tak berdaya untuk melengkapi raihan negatif menjelang akhir pekan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (14/2/2019) masih tak berdaya untuk melengkapi raihan negatif menjelang akhir pekan. Kejatuhan kurs rupiah terjadi saat euro terangkat, terimbas harapan terhadap kemajuan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan terkapar ke level Rp14.085/USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.055/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.024 hingga Rp14.095/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.093/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah merosot dari posisi perdagangan tengah pekan kemarin Rp14.027/USD.



Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat terus tergerus, pada perdagangan spot exchange ambruk menjadi Rp14.090/USD dibandingkan kemarin Rp14.059/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.067-Rp14.095/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah seakan tak berdaya usai anjlok sangat dalam ke posisi Rp14.105/USD untuk terus memperlihatkan sinyal pelemahan. Posisi ini memburuk dibandingkan, Rabu kemarin di level Rp14.045/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, euro terangkat untuk menjauhi posisi terendah dalam tiga bulan pada perdagangan Kamis seiring membaiknya data perdagangan China dan harapan kemajuan pembicaraan seputar perang tarif antara AS-China. Dialog perdagangan menjadi sentimen yang mengkerek euro, dimana dolar Australia memimpin kenaikan lebih dari setengah persen.

Data perdagangan yang kuat memicu kenaikan mata uang China, dimana Yuan naik seperempat persen menjadi 6,7635. Sedangkan dolar Australia, yang menjadi barometer untuk selera risiko global, menguat 0,6% pada posisi 0,7132 terhadap dolar untuk berada dalam jalurkenaikan beruntun tiga hari terbaik sejauh ini sepanjang 2019. Selanjutnya Euro naik menjadi 1,1268 saat berhadapan dengan dolar AS dan sedikit di atas level terendah tiga bulan 1,1248.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak