alexametrics

Produksi Jagung di Kabupaten Pandeglang Terus Meningkat

loading...
Produksi Jagung di Kabupaten Pandeglang Terus Meningkat
Produksi jagung di Kabupaten Pandeglang Banten terus meningkat. Foto/Dok.Kementerian Pertanian
A+ A-
JAKARTA - Menginjak tahun kedua pengembangan Upaya Khusus (Upsus) Jagung di Kabupaten Pandeglang, Banten, angka peningkatan produksi cukup menggembirakan. Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menjelaskan di tahun 2017 lalu, petani Pandeglang hanya mampu menanam 48.317 hektar dengan produksi 41.419 ton. Sedangkan pada tahun 2018 berhasil menanam seluas 59.503 hektar.

"Berdasarkan data statistik Pertanian, ada peningkatan produksi Jagung di Kabupaten Pandeglang sebesar 25,74% dari hasil produksi Jagung tahun 2018," ujar Irna.

Dari tanam seluas 59.503 hektar, realisasi panen jagung Kabupaten Pandeglang dari Januari-Desember 2018 adalah 45.339 hektar. Dan dari realisasi panen itu, produksi jagung tahun 2018 sebesar 55.775 ton dengan provitas rata-rata 3.62 ton per hektar.



Irna menambahkan panen jagung di Kabupaten Pandeglang hari ini adalah pertanaman sisa tanam pada bulan Oktober-Desember 2018, dengan total tanaman adalah 10.302 hektar. Tersebar di hampir semua kecamatan. Diantaranya panen pada bulan Januari 2019 seluas 2.594 hektar; perkiraan panen pada bulan Februari seluas 4.334 hektar; perkiraan panen pada bulan Maret 2019 seluas 2.544 hektar, dan perkiraan panen pada bulan April 2019 seluas 830 hektar.

Dengan pengalaman dua tahun terakhir pengembangan jagung, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah memiliki gambaran optimalisasi seperti apa yang akan dilakukan tahun ini. Diantaranya untuk menjaga kualitas dan harga jagung.

"Kita akan fokus pada peningkatan kualitas jagung dengan penyediaan sarana dryer (mesin pengering), corn sheller, sehingga dengan alat ini kita bisa menghasilkan kualitas Jagung pipil kering yang baik. Sehingga harga bisa menguntungkan petani," terang Irna.

Sejauh ini, kata Irna, pihaknya telah menggandeng PT Salim Group (Grouf Indofood) yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk., untuk berkomitmen membangun dryer jagung kapasitas 12-18 ton per hari. Begitu juga beberapa perusahaan lainnya yang menaruh perhatian untuk membeli jagung petani baik dalam bentuk tongkol kering maupun pipilan basah atau kering.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto mengapresiasi capaian produksi jagung di Banten. "Sebagai wujud apresiasi, pemerintah akan menyiapkan bantuan program tumpangsari dan alat pengering UV. Harapannya tentu kualitas produksi jagung akan semakin bagus dan harga bisa stabil tinggi," kata Gatot dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Untuk terus menjaga pasokan jagung, Gatot meminta para petani untuk komitmen segera menanam dan memanfaatkan bantuan semaksimal mungkin. Selain komoditas jagung, pertumbuhan produksi juga terjadi pada komoditas tanaman pangan strategis lainnya. Padi sawah peningkatannya mencapai 8,28%, padi gogo peningkatannya mencapai 26,94%, kedelai peningkatan 91,15%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak