alexametrics

Penyaluran Kredit Maybank Capai Rp133,3 Triliun

loading...
Penyaluran Kredit Maybank Capai Rp133,3 Triliun
Aktivitas di Maybank Indonesia. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,3% mencapai Rp133,3 triliun per 31 Desember 2018 dari Rp125,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kredit Community Financial Services (CFS) Non Ritel, yang terdiri dari kredit Mikro, Usaha Kecil & Menengah (UKM) dan Business Banking tumbuh 10,9% mencapai Rp58,3 triliun dari Rp52,6 triliun tahun lalu, sementara kredit CFS Ritel meningkat 3,1% mencapai Rp44,0 triliun dari Rp42,7 triliun tahun lalu.

"Perbankan global membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,9% atau mencapai Rp31,0 triliun, sehubungan adanya pelunasan dipercepat dari beberapa nasabah korporasi pada kuartal IV 2018," kata Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria di Jakarta, Kamis (14/2/2019).



Sementara, laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali naik 21,6% mencapai Rp2,2 triliun, didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset.

Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 20,5% mencapai rekor Rp3 triliun. Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 5,2% menjadi Rp8,1 triliun pada Desember 2018 dibanding Rp7,7 triliun tahun lalu.

Menurut Taswin, implementasi penerapan pricing yang disiplin oleh perseroan secara berkelanjutan disertai efisiensi operasional yang meningkat memungkinkan Maybank untuk menahan tekanan pada marjin bunga. Dengan demikian, peningkatan marjin bunga bersih sebesar 7 basis poin menjadi 5,2%.

Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang lebih rendah sebesar 2,6% (gross) dan 1,5% (net) per 31 Desember 2018 dibanding 2,8% (gross) dan 1,7% (net) tahun lalu. Dia melanjutkan, biaya overhead juga tetap terkendali dengan pertumbuhan marjinal sebesar 4,0% menjadi Rp6,0 triliun.

Total simpanan nasabah turun 3,7% menjadi Rp116,8 triliun per Desember 2018 dibandingkan Rp121,3 triliun tahun lalu. Perseroan juga tetap menjaga posisi modal yang kuat dengan total modal mencapai Rp26,1 triliun pada 2018.

Menurut Taswin, penambahan modal melalui rights issue yang diselesaikan pada semester pertama 2018, meningkatkan modal Tier 1 sebesar Rp2,0 triliun. Sehingga, rasio kecukupan modal (CAR) meningkat menjadi 19,0% per 31 Desember 2018 dari 17,5% pada tahun lalu.

Disisi lain, perbankan Syariah mencatat laba bersih mencapai Rp803,3 miliar dengan total aset menjadi Rp30,2 triliun. Sedangkan total pembiayaan Syariah tumbuh 14,6% dari Rp20,7 triliun per Desember 2017 menjadi Rp23,7 triliun per Desember 2018.

President Commissioner Maybank Indonesia dan Group President & CEO of Maybank, Datuk Abdul Farid Alias, menuturkan tingkat Non Performing Financing (NPF) mencapai 2.8% (gross) dan 1.9% (net).

"Strategi Sharia First Bank dan implementasi Leverage Model dimana Unit Usaha Syariah memiliki akses pada sumber daya seluruh Bank untuk mengembangkan dan memasarkan seluruh produk Syariah memainkan peran penting bagi kinerja Perbankan Syariah Maybank Indonesia yang signifikan," ujar dia.

Kedepan, perbankan Syariah akan terus mengadopsi pendekatan yang berbeda di pasar melalui pengenalan produk dan kemitraan yang inovatif. Perbankan Syariah menyediakan fasilitas hedging Syariah pertama di Indonesia kepada nasabah korporasi pada 2018 dan ditunjuk sebagai Mitra Pengelola Keuangan Haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak