alexametrics

IHSG Berpotensi Lanjutkan Tren Positif Jelang Rilis Neraca Dagang

loading...
IHSG Berpotensi Lanjutkan Tren Positif Jelang Rilis Neraca Dagang
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan berpotensi menguat ketika rilis neraca perdagangan diyakini membuat trend bullish. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan berpotensi menguat ketika rilis neraca perdagangan diyakini membuat trend bullish untuk membuat IHSG menguat. Bursa saham Tanah Air diprediksi bergerak di kisaran level 6.443-6.466.

"Di sisi lain, terlihat pola bullish three stars in the south candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG. Sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Sambung dia menambahkan, pergerakan IHSG yang rebound ini disebabkan pola dead cross yang stochastic dan RSI menuju oversold "Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Namun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan oversold," paparnya.



Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Waskita Raya (WSKT).

Pada sesi perdagangan kemarin, sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore bergerak mixed alias variatif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melesat hingga 1,81% diikuti perkebunan 0,62% ketika industri dasar melemah terdalam 1,08%.

Di akhir sesi, IHSG meningkat lewat peningkatan sebesar 0,90 poin atau 0,01% menjadi 6.420,02. Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,96 triliun dengan 15,61 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp963,83 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,53 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,57 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak