alexametrics

Jembatan Megah Ikon Riau Karya PT Brantas Abipraya (Persero) Telah Diresmikan

loading...
Jembatan Megah Ikon Riau Karya PT Brantas Abipraya (Persero) Telah Diresmikan
Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah berdiri megah di Pekanbaru, Riau. Jembatan besutan PT Brantas Abipraya ini diharapkan jadi penghubung ekonomi rakyat. Foto/Istimewa
A+ A-
PEKANBARU - Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim meresmikan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, besutan PT Brantas Abipraya (Persero) yang merupakan salah satu BUMN Konstruksi, Kamis 14 Februari 2019. Jembatan ini pun menjadi jembatan megah ikon di Riau dan sebagai jembatan penghubung ekonomi rakyat.

Peresmian juga dihadiri mantan Gubernur Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riau Dadang Eko Purwanto, Direktur PT Brantas Abipraya Syarif, dan General Manager Divisi Operasi 3 PT Brantas Abipraya, Satyobudi Santoso.

“Seremonial enclosure jembatan ini sudah kami selesaikan 25 Januari lalu yang menandakan pekerjaan utama fisik telah selesai. Dan hari ini Pak Gubernur telah meresmikan sehingga jembatan ini dapat menghubungkan dua sisi Kota Pekanbaru, yaitu Senapelan dan Rumbai,” kata Direktur PT Brantas Abipraya, Syarif.
Jembatan Megah Ikon Riau Karya PT Brantas Abipraya (Persero) Telah Diresmikan
Syarif menambahkan bahwa jembatan yang memiliki panjang 800 meter dengan bentang utama 155 meter dan memiliki lebar 20,50 meter ini dikerjakan dengan teknik konstruksi unggul. Disebut climbing formwork dan special lifter gantry yang khusus diproduksi untuk proyek jembatan ini. Dengan teknik konstruksi ini, Abipraya dapat mempercepat pekerjaan dan juga dapat memangkas biaya menjadi lebih rendah.



Enclosure atau pengecoran terakhir pada bentang utama atau main span jembatan ini dilakukan Wan Thamrin Hasyim. Hadir juga Komisaris Utama Brantas Abipraya Haryadi dan Direktur Utama PT Brantas Abipraya Bambang E Marsono.

Uji beban jembatan yang menghubungkan Jalan Sudirman dengan Rumbai Pesisir ini pun sudah selesai dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selama dua hari, 8 Februari hingga 9 Februari 2019. Uji beban juga melibatkan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Sebelum adanya jembatan ini, perekonomian masyarakat di wilayah Rumbai sedikit tertinggal karena terpisahkan oleh Sungai Siak. Semoga dengan adanya jembatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Rumbai dan sekitarnya,” ujar Syarif.

Tak hanya itu, keberadaan jembatan garapan Abipraya diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan industri serta mendukung pertumbuhan sosial budaya dan pariwisata di Pekanbaru.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak