alexametrics

Rupiah Akhir Pekan Tumbang ke Level Rp14.148/USD, Pounds Menyusut

loading...
Rupiah Akhir Pekan Tumbang ke Level Rp14.148/USD, Pounds Menyusut
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (15/2/2019) tumbang untuk terus jatuh semakin dalam hingga menyentuh level Rp14.148/USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (15/2/2019) tumbang untuk terus jatuh semakin dalam hingga menyentuh level Rp14.148/USD. Tren negatif mata uang Garuda mengiringi Poundsterling yang menyusut seiring ketidakpastian negosiasi Brexit alias keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (UE).

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan anjlok hingga menuju posisi Rp14.148/USD atau memburuk dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.085/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.085 hingga Rp14.155/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.116/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah terperosok dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.093/USD.



Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat masih tertekan, dimana pada perdagangan spot exchange jatuh menjadi Rp14.154/USD dibandingkan tengah pekan, kemarin Rp14.090/USD. Rupiah di perdagangan akhir pekan bergerak pada kisaran Rp14.096-Rp14.157/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat masih tak berdaya usai bertengger di posisi Rp14.130/USD untuk terus memperlihatkan sinyal pelemahan. Posisi ini lebih rendah dibandingkan, Kamis kemarin Rp14.105/USD.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Pounds menyusut untuk mendekati level terendah pada perdagangan Jumat saat investor mempertimbangkan konsekuensi dari kekalahan suara Brexit di parlemen. Poundsterling diperdagangkan 0,1% lebih rendah versus dolar pada level 1,2790 dimana posisi tersebut tidak jauh dari level terendah 1,2773 di sesi sebelumnya.

Selanjutnya terhadap euro, pounds juga lebih kuat menjadi 88,13. Turunnya ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga dari Bank of England tahun ini juga membebani pounds. Pasar swap menunjukkan probabilitas 28% kenaikan suku bunga dibandingkan dengan sepertiganya awal pekan ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak