alexametrics

Rupiah Perlahan Pulih di Akhir Sesi Iringi Kebangkitan Euro

loading...
Rupiah Perlahan Pulih di Akhir Sesi Iringi Kebangkitan Euro
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (18/2) perlahan mulai membaik setelah sepanjang pekan kemarin terseok-seok. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (18/2/2019) perlahan mulai membaik setelah sepanjang pekan kemarin terseok-seok di zona merah. Pulihnya mata uang Garuda mengiringi euro yang juga bangkit dari posisi terendah seiring optimisme pembicaraan perdagangan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan naik tipis menjadi Rp14.105/USD atau meningkat dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.148/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.075 hingga Rp14.140/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau dengan berada pada level Rp14.106/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mendaki dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.116/USD.



Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat mulai balik melawan, pada perdagangan spot exchange merayap ke level Rp14.107/USD dibandingkan akhir pekan, kemarin Rp14.154/USD. Rupiah di perdagangan awal pekan bergerak pada kisaran Rp14.085-Rp14.117/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah melaju pada zona hijau untuk bertengger ke posisi Rp14.105/USD untuk terus memperlihatkan sinyal penguatan. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan, Jumat kemarin di level Rp14.130/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, Euro menguat kembali di atas level 1,13 saat berhadap dengan USD dan mata uang berisiko seperti dolar Australia naik pada hari Senin karena optimisme atas terobosan dalam pembicaraan perang perdagangan AS-China UNTUK meningkatkan sentimen investor pada awal minggu.

Euro telah terjebak dalam kisaran perdagangan yang ketat sejak November karena pelemahan yang meluas dalam ekonomi zona euro, untuk diimbangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat tahun ini. Tetapi setelah mencapai level terendah tiga bulan pada hari Jumat, euro telah bangkit kembali meski tidak besar.

Kebangkitan euro dibantu oleh suasana positif di sekitar aset berisiko karena investor berharap untuk mengakhiri konflik perdagangan AS-China setelah kedua belah pihak melaporkan kemajuan dalam pembicaraan. Euro bergerak lebih tinggi 0,1% menjadi 1,1303 sat melawan dolar AS.

Sedangkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tergelincir 0,1% menjadi 96,848 dalam sesi yang cenderung tenang. Selanjutnya Dolar Australia yang dipandang sebagai barometer sentimen risiko, naik 0,1% menjadi 0,7147 terhadap dolar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak