alexametrics

Jawaban Dirut Pertamina Soal Prediksi Prabowo Akan Impor Minyak 100%

loading...
Jawaban Dirut Pertamina Soal Prediksi Prabowo Akan Impor Minyak 100%
Dirut Pertamina Nicke Widyawati membantah, Capres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto yang memperkirakan Indonesia akan jadi net importer, dengan mengimpor 100% bahan bakar minyak. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati membantah, pernyataan Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dalam debat kedua yang memperkirakan Indonesia dalam waktu dekat akan jadi net importer, dengan mengimpor 100% bahan bakar minyak. Menurutnya, Indonesia justru akan terus mengurangi volume impor dengan mengandalkan pembangunan kilang yang dapat meningkatkan produksi minyak untuk domestik.

"Tidak mungkin (impor 100%), kita sekarang aja produksi 800 ribu barel perhari dari kilang. Kita juga sekarang mulai membangun kilang Balikpapan dan itu akan menambah lagi 100 ribu barel," ujar Dirut Pertamina di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Lebih lanjut, Ia pun menegaskan bahwa cadangan minyak di Indonesia akan terus bertambah seiring pembangunan kilang yang masif dilakukan oleh Perseroan. Ditambahkan bahwa ke depan Pertamina masih memiliki sejumlah rencana pembangunan kilang untuk menuju target produksi dua juta barel per hari.



Sambung Nicke, dirinya optimistis pembangunan kilang yang dilakukan perseoran bisa meningkatkan kapasitas minyak mentah di Indonesia. Sehingga pihaknya menjamin Indonesia tidak akan impor minyak dalam jumlah besar. Ditambah lagi, masih ada rencana eksplorasi sejumlah blok migas serta pembelian minyak dari Kontraktor Kontrak Kerjasama seperti Chevron dan Exxon.

"Kita akan membangun kilang-kilang lainnya sehingga 2026 kapasitas kilang kita akan terpasang 2 juta barel per hari. Insya Allah, mohon support dari semuanya jadi kita harapkan kita tidak akan impor lagi," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak