alexametrics

Ruang Kenaikan Suku Bunga Acuan Diprediksi Terbatas

loading...
Ruang Kenaikan Suku Bunga Acuan Diprediksi Terbatas
Ruang kenaikan BI 7 day Repo Rate atau suku bunga acuan di tahun 2019 diprediksi relatif terbatas sejalan dengan perubahan akselerasi kenaikan Fed Rate dan potensi risiko volatilitas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ruang kenaikan BI 7 day Repo Rate atau suku bunga acuan di tahun 2019 diprediksi relatif terbatas. Hal tersebut sejalan dengan perubahan akselerasi kenaikan Fed Rate dan potensi risiko volatilitas di pasar keuangan yang cenderung mereda.

"Di sisi lain arah tekanan inflasi dan level defisit neraca berjalan masih akan menjadi faktor domestik yang menentukan arah bagi BI," ujar Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dody Arifianto di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Sementara itu suku bunga antar bank (JIBOR) kedepan diperkirkaan juga akan lebih stabil sejalan dengan tren kebutuhan likuiditas untuk penyaluran kredit. "Keputusan BI pada bulan Januari 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day reverse repo rate di level 6,00% masih konsisten dengan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman," ungkapnya.



Terpisah, Senior Vice President (SVP) Chief Economist BNI) Ryan Kiryanto menambahkan, dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dilaksanakan hari ini dan besok (Rabu-Kamis), BI diperkirakan masih akan menahan BI-7 DRR di level 6%.

Hal ini sesuai dengan stance policy BI dan Kementrian Keuangan yang senada, yaitu stability over growth. Artinya, untuk tahun 2019 spirit BI dan pemerintah adalah mendahulukan stabilitas baru kemudian pertumbuhan.

Bahkan, lanjut dia, jika melihat arah inflasi yang melandai seiring penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk avtur, dan penurunan tarif listrik golongan bawah (900 dan 1.200 VA), sebenarnya BI mempunyai dua pilihan yakni antara menahan di level 6% atau menurunkan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,75%. "Tapi pilihan paling rasional dan strategis saat ini adalah BI tetap menahan BI7DRR di level 6% untuk memprioritaskan stabilitas ketimbang pertumbuhan," ujarnya kemarin.

Hal tersebut dikarenakan, tensi ketegangan AS versus Cina terkait trade war belum mereda dan issue Brexit juga masih menggantui perekonomian global. Sehingga nantinya dapat berpotensi mengganggu pasar keuangan domestik.

Maka dari itu, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi domestik yang stabil dan positif seperti capaian kinerja 2018 dimana ekonomi tumbuh 5,17%, inflasi rendah 3,13% dan current account deficit stabil 2,98% of PDB) serta tensi kebijakan The Fed di 2019 yang cenderung dovish (longgar) dibanding 2018 yang hawkish (ketat) maka BI akan tetap menahan suku bunga di level 6%.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak