alexametrics

Sri Mulyani Akui Masih Banyak Daerah yang Tertinggal

loading...
Sri Mulyani Akui Masih Banyak Daerah yang Tertinggal
Menkeu Sri Mulyani di acara Rakornas Anggaran Desa bertema Pengembangan SDM Aparatur Pemerintahan Desa dalam Mewujudkan Desa Maju, Mandiri dan Sejahtera di Jakarta, Rabu (20/2/2019). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani prihatin masih banyak daerah di Indonesia yang tertinggal. Karena itu, Sri Mulyani menjadikan komitmennya untuk mendongkrak perekonomian di daerah agar semakin maju.

Dalam upaya memeratakan kesejahteraan masyarakat di daerah, Sri Mulyani mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) harus digunakan secara tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Sri Mulyani dalam acara Rakornas Anggaran Desa dengan tema "Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Pemerintahan Desa dalam Mewujudkan Desa Maju, Mandiri dan Sejahtera" yang menghadirkan aparatur desa dari seluruh Indonesia.



"Tantangan kita saat ini adalah pemerataan. Ada beberapa daerah yang sudah maju, sangat maju tetapi masih ada juga daerah yang masih tertinggal. Inilah perhatian kita saat ini, menggunakan APBN sebagai instrumen pemerataan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Dia mengatakan, pihaknya telah meminta agar pemerintah daerah meningkatkan koordinasi langsung dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar mudah dalam membangun ekonomi di daerah.

"Saya menekankan jika pemerintah daerah membutuhkan koordinasi langsung dengan Kementerian Keuangan telah disediakan fasilitas telekonferensi sehingga sudah tidak dibutuhkan lagi perjalanan dinas ke pusat sampai seminggu," imbuhnya

Sri Mulyani pun mengatakan akan menggunakan Dana Desa dengan maksimal agar pembangunan infrastruktur dan ekonomi desa bisa lebih maju.

"Kinerja aparatur desa haru ditingkatkan dalam menggunakan Dana Desa untuk menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan pemerataan dengan baik," tegasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak