alexametrics

Menko Luhut Kejar Janji Investasi Qatar di Mandalika

loading...
Menko Luhut Kejar Janji Investasi Qatar di Mandalika
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengejar janji investasi dari Qatar di Mandalika yang rencanya bakal menggelontorkan uang senilai USD500 juta. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengejar janji investasi dari Qatar di Mandalika. Rencanya negara produsen minyak tersebut bakal menggelontorkan uang senilai USD500 juta atau setara dengan Rp7,2 triliun (kurs Rp14.500/USD) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Luhut, hingga saat ini Qatar belum menepati janjinya untuk berinvestasi di Indonesia. Padahal, Qatar telah melakukan penandatangan beberapa waktu lalu. "Iya USD 500 juta (investasi Qatar) tapi sampai sekarang belum tahu. Qatar sudah tanda tangan tapi belum juga (realisasi)," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Untuk itu, Luhut mengungkapkan dirinya akan menagih janji tersebut kepada Qatar sebagai upaya meningkatkan invetasi di Indonesia. "Kita lagi kejar," jelasnya.
(Baca Juga: Sirkuit MotoGP di Mandalika, Menko Luhut: Bakal Tingkatkan Investasi)Sementara itu Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) disebutkan bakal menjadi lokasi pembangunan sirkuit MotoGP yang bakal menelan biaya hingga Rp3,6 triliun. embangunan Sirkuit Mandalika ini sendiri akan dimulai pada Oktober 2019. Sirkuit tersebut akan dibangun menggunakan konsep sirkuit jalanan dengan panjang lintasan 4,32 km. Pada tata letaknya, sirkuit tersebut akan menampilkan 18 tikungan yang telah disetujui pihak Komisi Keselamatan FIM.



Adapun sebelumnya pembangunan jalanan sirkuit akan dilakukan pada Oktober mendatang dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. Dalam proses pembangunan, ada tahap peningkatan standar hingga uji layak.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak