alexametrics

Menperin Resmikan Smelter Nikel Senilai USD1 Miliar di Konawe

loading...
Menperin Resmikan Smelter Nikel Senilai USD1 Miliar di Konawe
Menperin Airlangga Hartarto meresmikan smelter PT VDNI di Konawe, Sultra, Senin (25/2/2019). Foto/Asdar Zula
A+ A-
KONAWE - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto hari ini meresmikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Mendampingi menperin, acara peresmian ini dihadiri oleh Gubernur Sultra Ali Mazi, Bupati Konawe Kerry Saiful Konggoasa, Presiden Direktur PT VDNI Mingdong Zhu dan Site Manager PT VDNI Zhou Yuan.

Selain smelter, PT VDNI memiliki pabrik pengecoran dan peleburan Nickel Pig Iron (NPI) dengan kadar nikel 10% hingga 12% dengan jumlah produksi 15 tungku Rotary Kiln-Electric Furnance (RKEF), dengan kapasitas produksi NPI 600.000-800.000 metrik ton per tahun.



"Fasilitas pengembangan, pengolahan dan pemurnian PT VDNI ini akan menjadi industri smelter terbesar di Indonesia di masa mendatang. Fasilitas ini akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kemajuan Sulawesi Tenggara pada khususnya dan juga Indonesia," ujar Direktur Utama PT VDNI Mingdong Zhu di acara peresmian smelter tersebut di Konawe, Sultra, Senin (25/02/2019).

Dia mengatakan, melalui investasi senilai USD1 miliar tersebut, PT VDNI telah menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Saat ini, lebih dari 6.000 tenaga kerja Indonesia, telah bekerja di pabrik PT VDNI, yang sebagian besar berasal dari Sulawesi Tenggara.

"Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting. Untuk itu, kami terus melakukan peningkatan keterampilan dalam pengolahan dan pemurnian nikel. Salah satunya adalah dengan memberangkatkan putra-putri daerah terbaik untuk belajar di China pada 2018 lalu," kata Mingdong Zhu.

Tak hanya itu, dia optimistis kehadiran smelter PT VDNI ini akan memberikan efek berganda di berbagai bidang. Antara lain, penggunaan tenaga kerja kontraktor menjadi rekanan PT VDNI, seperti jasa logistik, penggunaan kapal tongkang, tenaga kerja konstruksi dan bongkar muat, pertambangan dan lain-lain.

Site Manager PT VDNI Zhou Yuan menambahkan, saat ini lebih 10.000 orang tenaga kerja terserap melalui efek pengganda dari keberadaan proyek smelter tersebut.

Sementara, Menperin Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pemerintah memang mendorong pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa. Hal itu bertujuan untuk mendorong pemerataan infrastruktur dan ekonomi di seluruh Indonesia.

"Kehadiran kawasan industri PT VDNI Park ini menjadi bagian tak terpisahkan dari usaha untuk menggapai tujuan tersebut," sambut Mingdong Zhu.

Selain smelter, di kawasan industri PT VDNI Park tersebut juga terdapat fasilitas dermaga berkapasitas 2.500.000 DWT per tahun untuk menunjang mobilitas dan mempermudah proses logistik serta pengapalan mineral hasil olahan. Kawasan industri PT VDNI Park dibangun di lahan seluas 2.253 hektare, di Kabupaten Konawe, dan menjadi bagian dari proyek strategis nasional.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak