alexametrics

AS Tunda Terapkan Tarif Baru ke China

loading...
AS Tunda Terapkan Tarif Baru ke China
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda terapkan tarif baru terhadap produk-produk asal China dari 10% menjadi 25% yang awalnya bakal diberlakukan 1 Maret 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan menunda terapkan tarif baru terhadap produk-produk asal China. Sebelumnya Negeri Paman Sam -julukan AS- berencana bakal menerapkan bea masuk atas produk China dari 10% menjadi 25% yang akan mulai berlaku pada 1 Maret 2019.

Trump mengatakan keputusan tersebut diambil, lantaran kedua negara telah membuat “kemajuan substansial” dalam perundingan perdagangan yang terimbas kepada bursa China dengan peningkatan hampir 5%. Ia menambahkan, berencana membuat pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping di Florida.

Hal itu demi memperkuat kesepakatan dagang, apabila mencapai kemajuan lebih banyak. Sebuah laporan dari kantor berita resmi China, Xinhua juga mencatat "kemajuan substansial" pada isu-isu spesifik seperti transfer teknologi, perlindungan kekayaan intelektual dan pertanian.



Keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif barang-barang China senilai USD200 miliar dipandang sebagai tanda bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan dalam menyelesaikan perang dagang yang telah menghantam pertumbuhan ekonomi global. "Akhir pekan yang sangat baik bagi AS dan China,” kata Trump dalam cuitannya.

Pekan lalu, Trump mencatat kemajuan dalam putaran terakhir perundingan di Washington, termasuk kesepakatan tentang manipulasi mata uang, meskipun tidak ada rincian yang diungkapkan. Beberapa sumber rahasia kepada CNBC mengutarakan, bahwa China telah berkomitmen untuk membeli produk AS hingga USD1,2 triliun.

Meski begitu diterangkan belum ada titik terang terkait masalah kekayaan intelektual. Seperti diketahui Trump sejak awal terpilih telah mengusung perang dagang, lantaran keluhannya terhadap praktik perdagangan China yang dinilai olehnya tidak adil.

Bahkan Trump juga menuduh China mencuri kekayaan intelektual dari perusahaan-perusahaan Amerika, memaksa mereka untuk mentransfer teknologi ke China. Akibatnya AS memicu perang dagang dengan menerapkan tarif atas produk-produk China senilai USD250 miliar.

Lantas China membalas dengan mengenakan bea atas produk-produk AS mencapai USD110 miliar. Trump juga mengancam tarif lebih lanjut untuk produk-produk China senilai USD267milyar tambahan yang akan membuat hampir semua impor China ke AS dikenakan bea masuk.

Perselisihan perdagangan antar dua ekonomi terbesar dunia itu telah membuat pasar keuangan tertekan, hingga berisiko meningkatkan biaya bagi perusahaan-perusahaan Amerika dan menambah tekanan pada ekonomi China yang sudah menunjukkan tanda-tanda ketegangan.

Perang dagang juga memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap ekonomi global. Tahun lalu, Dana Moneter Internasional memperingatkan perang perdagangan antara AS dan China berisiko menjadikan dunia "tempat yang lebih miskin dan lebih berbahaya".
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak