Garuda Indonesia Absen Sebar Dividen, Bagaimana Kondisi Keuangannya?
Rabu, 22 Mei 2024 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra optimistis, langkah kinerja penyehatan kinerja dapat terus berjalan on the track khususnya dengan melihat sejumlah indikator penyehatan kinerja usaha yang berjalan optimal, khususnya melalui peningkatan proporsi pendapatan usaha hingga EBITDA yang terus menunjukan pertumbuhan positif.
“Kami akan terus mengoptimalkan berbagai inisiatif di berbagai lini bisnis yang memiliki potensi dalam mendukung pendapatan perseroan,” kata Irfan.
Irfan menambahkan, tahun kinerja 2023 menjadi tahun perbaikan sekaligus tahun pembuktian bagi GIAA, yang terefleksikan dalam penguatan fundamen kinerja usaha di tengah fase pemulihan pasca rampungnya restrukturisasi pada akhir tahun 2022.
Sambung Irfan menyampaikan, perseroan terus menunjukkan tren positif seiring komitmen atas implementasi corrective actions di sepanjang tahun 2023 yang menghasilkan sejumlah capaian krusial. Di antaranya, GIAA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD251,99 juta, serta menyelesaikan pembayaran utang secara penuh kepada kreditur dengan nilai utang hingga Rp255 juta sesuai skema perjanjian perdamaian yang mendapatkan putusan homologasi.
“Hingga optimalisasi strategi perbaikan ekuitas perseroan dan optimalisasi pembentukan sinking fund,” imbuh Irfan.
“Kami akan terus mengoptimalkan berbagai inisiatif di berbagai lini bisnis yang memiliki potensi dalam mendukung pendapatan perseroan,” kata Irfan.
Irfan menambahkan, tahun kinerja 2023 menjadi tahun perbaikan sekaligus tahun pembuktian bagi GIAA, yang terefleksikan dalam penguatan fundamen kinerja usaha di tengah fase pemulihan pasca rampungnya restrukturisasi pada akhir tahun 2022.
Sambung Irfan menyampaikan, perseroan terus menunjukkan tren positif seiring komitmen atas implementasi corrective actions di sepanjang tahun 2023 yang menghasilkan sejumlah capaian krusial. Di antaranya, GIAA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD251,99 juta, serta menyelesaikan pembayaran utang secara penuh kepada kreditur dengan nilai utang hingga Rp255 juta sesuai skema perjanjian perdamaian yang mendapatkan putusan homologasi.
“Hingga optimalisasi strategi perbaikan ekuitas perseroan dan optimalisasi pembentukan sinking fund,” imbuh Irfan.
(akr)
Lihat Juga :