alexametrics

IHSG Ditutup Balik Menguat, Bursa Asia Tertekan Negosiasi Dagang AS-China

loading...
IHSG Ditutup Balik Menguat, Bursa Asia Tertekan Negosiasi Dagang AS-China
IHSG pada perdagangan hari ini ditutup berbalik menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (26/2/2019) ditutup berbalik menguat, setelah di sesi I perdagangan sempat terkoreksi. Indeks bertambah 15,59 poin atau 0,24% menjadi 6.540,95.

Awal perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis 2,36 poin atau 0,04% ke level 6.527,72. Sepanjang Selasa ini, indeks diperdagangkan di level 6.497,76-6.540,95.

Indeks sektoral sebagian besar memerah, dengan tekanan pada sektor perkebunan -1,43% dan pertambangan -1,37%, seiring melemahnya harga minyak. Adapun sektor konsumer memimpin penguatan +1,39%.



Dari 600 saham yang diperdagangkan, 283 melemah, 161 tetap, dan 156 menguat. Nilai transaksi saham Rp13,66 triliun dari 22,01 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing sebesar Rp401,99 miliar, dengan aksi beli asing Rp4,99 triliun berbanding aksi jual asing Rp4,58 triliun.

Sementara itu, pasar saham utama Asia ditutup lebih rendah pada Selasa ini, karena investor mencari kejelasan dari negosiasi perdagangan AS dengan China. Melansir dari CNBC, indeks Shanghai turun 0,67% menjadi 2.941,52, Shenzhen merosot 0,48% menjadi 1.549,71. Hang Seng Hong Kong turun 0,65% ke level 28.772,06.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,37% menjadi 21.449,39, dan Topix melemah 0,23% ke level 1.617,20. Kospi Korea Selatan melemah 0,27% menjadi 2.226,60 karena saham Samsung Electronics turun sebesar 1,27%.

Indeks ASX 200 Australia jatuh 0,94% menjadi 6.128,40 karena turunnya saham energi sebesar 0,55%. Dimana saham perusahaan energi seperti Santos turun 2,55%, Woodside Petroleum tergelincir 0,2%, karena kejatuhan harga minyak mentah seiring seruan Presiden AS Donald Trump kepada OPEC untuk menurunkan harga.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak