alexametrics

PNM Target Ekspansi Penyaluran Permodalan Tembus Rp15 Triliun

loading...
PNM Target Ekspansi Penyaluran Permodalan Tembus Rp15 Triliun
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) menargetkan tahun ini ekspansi pembiayaan dapat mencapai Rp15,1 Triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) menargetkan tahun ini ekspansi jumlah nasabah PNM Mekaar menjadi 4,75 juta nasabah. Target ini akan disertai peningkatan siklus pembiayaan yang ditargetkan mencapai Rp15,1 Triliun di tahun 2019.

Karena itu strategi pendanaan akan mengandalkan penerbitan surat utang di pasar modal dengan target mencapai Rp6,5 Triliun. Sedangkan sisanya akan menggunakan pinjaman perbankan dan dana program dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal ini disampaikan dalam Bincang dengan tema Strategi UMKM Membangun Brand di ST. Ali Coffee Shop, Setiabudi, Jakarta pada Selasa (26/02). Pada kesempatan ini, Agus Muharram (Komisaris Utama PNM), Arief Mulyadi (Direktur Utama PNM), Tjatur H. Priyono (Direktur Keuangan PNM), Abianti Riana (Direktur Bisnis I PNM). Mereka menyeduhkan kopi untuk rekan-rekan wartawan yang hadir, sembari bercerita mengenai beragam produk kopi unggulan nasabah binaan PNM.



Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, kinerja di tahun 2018 menjadi yang terbaik dalam sejarah PNM. Perseroan dapat mencapai rekor terbaiknya, dengan Net Lending tumbuh 136,4% sementara Outstanding meningkat 79,1% dan NoA berhasil menanjak hingga 114,40%.

“Bisnis ULaMM, dalam 6 tahun terakhir mencatatkan angka NPL terendah yaitu kurang dari 3%. Kuncinya adalah menjalin silaturahmi dan pendampingan usaha kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah,” ujar Arief dalam jumpa pers di Jakarta.

Bisnis Mekaar juga telah melampaui target untuk melayani 4 juta ibu prasejahtera di 30 Provinsi di Indonesia. Hingga 25 Februari 2019, nasabah PNM Mekaar telah capai 4.258.907 dengan outstanding Rp5,891 Triliun. Kerja keras PNM Mekaar telah mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo dengan mengunjungi 8 lokasi, di Bogor, Tambora, Ciracas, Garut, Bekasi, Kemayoran, Muara Gembong dan Magetan.

Pada tahun 2019 ini, PNM selalu melakukan pendampingan usaha dan meluaskan jejaring ultra mikro – UMKM dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat dengan berfokus pada perluasan jangkauan layanan dan pendampingan nasabah melalui program PKU. “Kami ingin masuk lebih jauh ke daerah tingkat dua dan tiga. Pengambangan juga akan dilakukan di kawasan Timur Indonesia,” tambahnya.

PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah binaan, baik secara reguler ataupun klaster yang berdasar pada kesamaan wilayah ataupun produk. Diskusi hari ini, berfokus pada strategi UMKM dalam membangun Brand. Pelaku UMKM kerap merasa menciptakan Brand adalah hal yang tidak perlu dilakukan karena dianggap berbiaya tinggi.

Padahal dengan membranding produk mereka dapat meningkatkan nilai jual produk dan menjadi pembeda dari produk lainnya. “Melalui diskusi ini, kami ingin memberikan strategi terbaik dan termudah branding yang dapat dipraktekkan oleh pelaku UMKM,” jelas Arief.

Dia mencontohkan kopi Bangsu, produk kopi nasabah binaan PNM ULaMM dari Blangkejeren, Aceh Tenggara. Produk tersebut bukti seluruh nasabah mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar usaha mereka dapat berkembang. Sebelumnya produk ini hanya dikemas dengan plastik biasa, tanpa label dan tidak memiliki izin, kami dampingi hingga kini ada merek dan izin sehingga nilai jualnya meningkat. “Sekarang sudah dipasarkan di swalayan dan online,” ungkap Agus.

Sementara Penggerak Brand Lokal Ario Soebiantoro mengatakan membangun brand lebih mudah pada level perusahaan yang masih kecil. Ini karena mudah dikelola dan dapat menentukan target pasar secara spesifik. “Saya sangat mengapresiasi PNM yang berfokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha masyarakat menengah ke bawah. Dampak pertumbuhan ekonominya akan sangat terasa karena memang di Indonesia, pengusaha kecil sangat banyak jumlahnya,” ujar Ario dalam kesempatan sama.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak