alexametrics

MNC Studios Catat Lonjakan Laba Bersih 73,4% di 2018

loading...
MNC Studios Catat Lonjakan Laba Bersih 73,4% di 2018
PT MNC Studios International Tbk (MSIN) membukukan kinerja sangat positif sepanjang 2018. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mengumumkan, sepanjang 2018 perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan (belum diaudit) sebesar Rp1,509 triliun, meningkat 35,7% (year on year/YoY) dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,112 triliun.

Sepanjang periode yang sama, perusahaan menorehkan kinerja yang mengesankan di seluruh unit operasinya. Pendapatan konten perusahaan misalnya, mencapai Rp1,856 triliun pada 2018 atau tumbuh 89,4% (YoY) dari Rp980,2 miliar pada 2017.

"Pendapatan konten meningkat signifikan berkat ekspansi di internal produksi dan monetisasi perpustakaan konten kami," ungkap Presiden Direktur MSIN Ella Kartika dalam keterangan resminya, Rabu (27/2/2019).



Dia menambahkan, unit manajemen bakat MSIN juga membukukan peningkatan pendapatan sebesar 30,1% menjadi Rp79,8 miliar pada 2018 dari Rp61,3 miliar di 2017. "Manajemen bakat Perusahaan kini merupakan yang terbesar di negara ini dengan lebih dari 50% pangsa pasar dan terus menghasilkan talenta nasional dengan kinerja kelas dunia di berbagai segmen," ujarnya.

Pendapatan digital untuk tahun 2018 juga membukukan lonjakan yang mengejutkan 6.317% menjadi Rp41,5 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp646 juta. Angka-angka ini menurutnya diyakini akan terus tumbuh secara eksponensial di tahun-tahun mendatang, karena perusahaan memproduksi semua kontennya sendiri dan memiliki kapasitas untuk mengirimkan semua bentuk konten.Perusahaan, jelas Ella, akan berupaya memanfaatkan sepenuhnya permintaan yang muncul akan hiburan berbasis digital dengan memproduksi konten formulir pendek berkualitas tinggi termasuk seri web untuk platform media sosial.
Seiring ekspansi perusahaan, lanjut dia, biaya langsung tercatat naik 19,4% (YoY) menjadi Rp1,056 triliun dari Rp884,5 miliar pada tahun 2017. "Kenaikan ini sejalan dengan ekspansi produksi dan di bawah pertumbuhan lini atas kami seiring perusahaan terus untuk mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi," paparnya.

Di sisi lain, laba kotor perusahaan juga tumbuh kuat sebesar 94,6% menjadi sebesar Rp428,8 miliar dari Rp220,4 miliar tahun sebelumnya. EBITDA pun melonjak 103,1% (YoY) pada tahun 2018, di mana perusahaan berhasil membukukan Rp342,1 miliar dibandingkan menjadi Rp168,4 miliar pada tahun sebelumnya, yang mewakili margin EBITDA sebesar 22,7%.

Dengan capaian-capaian tersebut, laba bersih perusahaan pun melonjak 73,4% (YoY) menjadi Rp210,7 miliar, dibandingkan Rp121,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada 2018 MSIN berhasil meningkatkan kapasitas produksi seri drama sebesar 27% menjadi 3.296 jam dari 2.610 jam di 2017, mewakili 32% pangsa pasar. Perusahaan juga merupakan produsen konten infotainment paling produktif melalui Starpro dengan pangsa pasar 26% dan juga reality show dengan 507 jam diproduksi pada 2018 yang mewakili 28% pangsa pasar. "Pada tahun 2019, kami menargetkan untuk memproduksi lebih dari 3.500 jam produksi serial drama," imbuhnya.

Semua program seri drama yang diproduksi oleh MNC Pictures, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh MSIN, berhasil ditayangkan 5 dari 10 seri drama top sejauh ini pada tahun 2019. Seri drama berperingkat teratas adalah "Dunia Terbalik", "Cinta yang Hilang", "Tukang Ojek Pengkolan (TOP)", "Fatin di Kampung Jawara" dan "Kun Anta 2".

Pertunjukan luar biasa ini menurutnya akan menguntungkan pendapatan perusahaan melalui insentif tambahan untuk peringkat program teratas serta sponsor bawaan dan penempatan iklan virtual, di mana pendapatan dibagi 50:50 dengan TV. Dukungan sponsor dan iklan virtual dapat ditingkatkan dengan mudah untuk berkontribusi lebih lanjut dan memaksimalkan pertumbuhan pendapatan keseluruhan untuk Perusahaan.

Di sisi lain, grup ini memiliki 20 saluran berbayar (MNC Channels) dan bersama-sama dengan empat FTA di platform TV berbayar/IPTV di Indonesia mengendalikan pangsa pasar sebesar 25% secara nasional. "Ini akan terbukti menjadi pendorong pertumbuhan lain bagi MSIN untuk bergerak maju karena tingkat penetrasi pelanggan TV berbayar masih relatif rendah," ujarnya.

Untuk tahun ini, Ella yakin kinerja perusahaan akan semakin mengkilap. Tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp1.880 miliar atau meningkat 25% (YoY), EBITDA Rp400 miliar (meningkat 17% YoY) dan laba bersih Rp260 miliar (meningkat 24% YoY).

"Kami sangat termotivasi dengan kinerja 2018. Kami akan fokus untuk mempertahankan posisi pasar kami, memperkuat fundamental bisnis untuk tetap menjadi yang terbaik di kelasnya dan memperluas skala dan pertumbuhan," tegasnya.

Dia menegaskan, perusahaan sekali lagi membuktikan kemampuannya untuk menghasilkan kinerja program TV berkualitas tinggi karena 5 dari seri drama yang diproduksi perusahaan kembali menduduki puncak dari 10 seri drama paling favorit.

"Catatan positif lainnya, film 'Preman Pensiun' yang diproduksi oleh MNC Pictures meraih prestasi luar biasa dengan mendapatkan lebih dari 1,1 juta pemirsa pada tahun 2019 dan sekarang menjadi film box office kedua di Indonesia. MSIN memiliki awal yang baik untuk untuk memulai tahun ini dan saya percaya momentum yang diprakarsai oleh hasil 2018 yang kuat akan terus berlanjut sepanjang tahun ini," tegas Ella.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak