alexametrics

Harga Minyak Merosot Karena Permintaan dari Asia Menyusut

loading...
Harga Minyak Merosot Karena Permintaan dari Asia Menyusut
Harga minyak turun karena meningkatnya produksi minyak AS dan rendahnya permintaan dari Asia. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah merosot pada perdagangan Kamis (28/2/2019), terseret oleh menyusutnya permintaan dari dua negara ekonomi besar Asia: China dan Jepang. Selain itu, penurunan harga minyak disebabkan oleh produksi minyak mentah Amerika Serikat yang mencatat rekor.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka internasional, Brent yang diperdagangkan di London, turun 24 sen atau 0,4% ke level USD66,15 per barel pada pukul 02:48 GMT. Idem, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berkurang 2 sen alias 0,4% menjadi USD56,92 per barel.

Harga minyak terseret ke bawah akibat melonjaknya produksi minyak mentah AS, yang telah meningkat lebih dari 2 juta barel per hari selama setahun terakhir. Dengan peningkatan ini, maka produksi minyak AS menjadi 12,1 juta barel per hari, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.



Selain itu, melemahnya harga minyak karena melemahnya permintaan dari Asia. Para pedagang mengatakan melemahnya ekonomi China juga menekan harga minyak.

Sebagai importir minyak terbesar di dunia, ekonomi yang lesu membuat aktivitas pabrik di China menyusut di Februari. Merupakan yang terlemah selama tiga bulan beruntun. Indeks manufaktur resmi China jatuh ke level terendah tiga tahun, sehingga melemahkan permintaan mereka akan minyak.

Tetangga mereka, Jepang yang merupakan negara ekonomi terbesar kedua di Asia juga mencatat penurunan. Produksi pabrik di Jepang mengalami penurunan besar dalam setahun belakangan imbas dari perlambatan ekonomi China yang mempengaruhi seluruh kawasan.

Namun, pasar minyak tetap sulit ditebak bak arena roller coaster. Pasalnya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama dengan Rusia atau acap disebut OPEC Plus, tetap mendukung untuk mengurangi produksi hingga 1,2 juta barel per hari demi menopang harga.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak