alexametrics

IHSG Ambruk 82,33 Poin, Bursa Asia Anjlok Karena Ketidakpastian Global

loading...
IHSG Ambruk 82,33 Poin, Bursa Asia Anjlok Karena Ketidakpastian Global
IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pengujung Februari menjadi catatan kurang baik bagi perdagangan bursa saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (28/2/2019) ditutup ambruk meninggalkan level 6.500, dengan jatuh 82,33 poin atau 1,26% ke 6.443,35.

Pembukaan dagang, IHSG terpantau rebound dengan bertambah tipis 1,25 poin atau 0,02% menjadi 6.526,93. Namun setelah itu, indeks berbalik ke zona negatif hingga penutupan. Kamis ini, IHSG bergerak di level 6.433,24-6.526,93.

Seluruh indeks sektoral mendapat rapor merah, dengan aneka industri memimpin pelemahan -4,23%, industri dasar -1,72%, manufaktur -1,70%, pertambangan -1,51%, perkebunan -1,26%, dan keuangan -1,09%.



Di bursa tanah air, sebanyak 578 saham yang diperdagangkan, 314 tertekan, 131 stagnan, dan 133 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp10,74 triliun dari 14,38 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp1,28 triliun, dengan aksi jual asing Rp4,56 triliun berbanding aksi beli asing Rp3,27 triliun.

Senada, pasar saham utama Asia ditutup anjlok, karena investor melihat pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, tidak menghasilkan kesepakatan. Hal ini menambah kekhawatiran soal ketidakpastian global.

Mengutip dari CNBC, Kamis (28/2), indeks Shanghai China ditutup turun 0,44% menjadi 2.940,95, namun Shenzhen menguat 0,35% ke level 1.546,33. Bursa saham Hong Kong, Hang Seng berakhir jatuh 0,4%.

Di Jepang, Nikkei 225 dan Topix ditutup melemah dengan masing-masing ke level 21.385,16 dan 1.607,66. Kospi Korea Selatan turun 1,76% menjadi 2.195,44 dan Kosdaq anjlok 2,78% ke level 731,25. ASX Australia pulih dengan tambahan 0,3% menjadi 6.169,00.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak