alexametrics

Bizcom Indonesia: Startup Pertanian Untungkan Petani

loading...
Bizcom Indonesia: Startup Pertanian Untungkan Petani
Pemanfaatan teknologi untuk sektor pertanian semakin memudahkan bisnis para petani. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Komunitas investor Bizcom Indonesia kembali menggelar pertemuan dengan perusahaan rintisan digital (startup) dalam acara Investor Gathering Roadmap of Agrotech in Indonesia. Acara ini membahas perkembangan dan tantangan teknologi di bidang pertanian yang semakin maju.

Beberapa perusahaan startup digital pun banyak mengusung inovasi baru dalam pemanfaatan sektor ekonomi di Indonesia. Salah satunya pemanfaatan teknologi untuk sektor pertanian yang meningkatkan dan memudahkan bisnis para petani.

"Pemanfaatan teknologi di sektor pertanian nyatanya turut memudahkan para petani. Beberapa startup muncul untuk membantu petani mendapatkan kepastian pasar dan keuntungan yang baik," ujar CEO TaniHub dan TaniFund Ivan Arie Sustiawan di Jakarta, Kamis (28/2/2019).



Dia menambahkan, kemajuan teknologi berdampak positif terhadap produktivitas industri pertanian. Apalagi jika para petani mengadopsi dengan lebih cepat teknologi-teknologi tersebut seperti internet of things (loT).

"Kami saat ini berhasil menghubungkan antara petani dengan konsumen langsung sehingga mempersingkat jalur distribusi dan petani semakin diuntungkan, pas mereka tahu ini sangat menguntungkan bagi mereka dan beberapa petani ingin memakainya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, konsultan bisnis asal Singapura, PRecious Communications, mengapresiasi digelarnya forum tersebut. Market Lead PRecious Communications, Francisca Adinda memaparkan, teknologi yang ditawarkan oleh para startup Indonesia memang membantu menyelesaikan masalah.

"Ini menjadi solusi masyarakat dan industri hadapi. Inovasi teknologi yang berkembang kita manfaaatkan," katanya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak