alexametrics

IHSG Tengah Pekan Masih Berpotensi Melemah, Intip Saham Ini

loading...
IHSG Tengah Pekan Masih Berpotensi Melemah, Intip Saham Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan hari ini diprediksi berpotensi terkoreksi dengan area support 6.405-6.369. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan hari ini diprediksi berpotensi terkoreksi dengan area support 6.405-6.369. Sebelumnya bursa saham Tanah Air dalam dua hari belakangan masih terus berkutat di zona merah, ketika sebagian besar sektor mengalami tekanan.

"Terlihat pola long black opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan sehingga indeks berpeluang menguji ke area support," ujar Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Sambung dia menambahkan, berdasarkan indikator MACD masih membentuk pola dead cross di area positif. "Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral," katanya.



Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) yang memperlihatkan pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 240-250 dengan target harga secara bertahap di level 258, 264, 282 dan 298. Support: 238 & 230.

LaLu PT Era Jaya Swasembada (ERAA) memperlihatkan pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2020 – 2050, dengan target harga secara bertahap di level 2120 dan 2160. Support: 1970.

Adapun PT Indosat Oredoo (ISAT) yang memperlihatkan pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 3120 - 3190, dengan target harga secara bertahap di level 3250, 3350 dan 3420. Support: 3060.

Sedangkan PT PP London Sumatra Indonesia (LSIP) yang saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1230 - 1260, dengan target harga secara bertahap di 1280, 1470 dan 1660. Support: 1200.

Selain itu, PT Medco Energi Internasional (MEDC) memperlihatkan pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 900 – 915, dengan target harga secara bertahap di level level 930, 970, 1000 dan 1120. Support: 870.

Sementara, PT Summarecon Agung Persada (SMRA) saat ini bahwa pergerakan harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 885 – 900 dengan target harga secara bertahap di level 920 dan 940. Support: 865.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak