alexametrics

Beroperasi Akhir Maret, 6 Pejabat Negara Ini Telah Cicipi MRT Jakarta

loading...
Beroperasi Akhir Maret, 6 Pejabat Negara Ini Telah Cicipi MRT Jakarta
Target bakal segera beroperasi pada akhir Maret mendatang, beberapa pejabat negara ini telah lebih dulu Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Moda Raya Terpadu (MRT) dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Lebak Bulus bakal segera beroperasi pada akhir Maret mendatang. Beberapa pejabat sudah lebih dulu merasakan MRT yang bakal menjadi sarana moda transportasi modern di Jakarta.

Sementara untuk warga umum, MRT Jakarta mulai beroperasi untuk uji publik pada 12-24 Maret 2019 mendatang. Selama masa uji publik, masyarakat dapat menjajal moda transportasi massal itu secara gratis.

Selain itu, PT MRT Jakarta telah memilih penyedia jasa yang reliabel untuk membantu proses registrasi online tersebut, yaitu PT BukaLapak.com. Pemilihan ini melalui proses pengadaan barang/jasa dengan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) No. 028/SPPBJ-APL/PRC/MRT/III/2019 tanggal 1 Maret 2019.



Di sisi lain beberapa pejabat telah lebih dulu mencoba MRT Jakarta, yang rencananya akan mulai beroperasi penuh antara tanggal 24 Maret dan 31 Maret. Berdasarakan data yang dikumpulkan SINDOnews berikut pejabat maupun tamu luar negeri yang sudah merasakan MRT:

1. Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Jokowi bercerita usai menguji coba kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, pada akhir 2018 lalu. Presiden menggunakan kereta MRT dari Bunderan Hotel Indonesia ke Depo Lebak Bulus. Berdasarkan pantauan, Presiden beserta rombongan sampai ke Depo

Saat itu, Jokowi menggunakan rangkaian enam kereta. "Ya, kami kita bersama-sama mencoba MRT dari Bunderan HI sampe Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer (km)," kata Presiden.

Ia bercerita sepanjang perjalanan, sangat nyaman karena tidak ada suara bising kereta. "Saat kita jalan tadi sangat nikmat, kecepatan kereta 60 km per jam dan hampir tidak ada (suara kereta)," tambah dia.

2. Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut merasakan MRT. Orang nomor kedua paling penting ini mengatakan beroperasinya MRT membuat masyarakat harus bisa mengubah kebiasannya. Salah satunya mengenai disiplin.

JK percaya adanya transportasi massal modern ini bisa menurunkan angka kemacetan di Jabodetabek. Apalagi ketika kereta Light Rail Transit (LRT) mulai beroperasi nanti, sebab masyarakat akan lebih mudah berpergian. "Memperpanjang MRT, memperpanjang LRT, memperpanjang busway," ucap JK.

3. Duta Besar dan Menteri Transportasi asal Jepang untuk Indonesia

PT MRT Jakarta mengajak 19 tamu VIP menikmati kereta MRT yang akan segera dioperasikan pada bulan Maret 2019. Di antara tamu VIP tersebut, ada Minister Of Land Infrastructur and Transport Japan (MLIT) atau Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Jepang Keiichi Ishii ikut merasakan MRT Jakarta untuk pertama kalinya.

Kesan pertama yang dilontarkan Ishii Keiichi yakni merasa MRT Jakarta lebih hebat dibandingkan MRT di Jepang. Pasalnya saat merasakan kereta bawah tanah ini tidak memiliki suara bising sehingga para penumpang pun tidak terganggu saat menaikinya.

4. Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam meninjau MRT dari Bundaran HI menuju Lebak Bulus. Dalam kesempatan ini, Anies mengatakan, MRT sudah terintegrasi ke Transjakarta. Ia juga menambahkan, secara geografis dengan adanya MRT memudahkan akses bagi warga untuk dapat pergi kemana saja.

"Geografis, dari mana saja bisa pergi kemana saja bisa menggunakan kendaraan umum. Karena setiap kaki berhenti bisa tersambung dengan moda transportasi berikutnya jadi yang kita lakukan itu dan targetnya di tahun 2030," jelasnya.

5. Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri

Menaker pun ikut menikmtai sarana moda transporasti massal yang modern ini. Dia memastikan bahwa pembangunan mass rapid transit (MRT) memerlukan 10 ribuan tenaga kerja. Walaupun nantinya pada waktu selesai pekerjaannya mulai berkurang.

"Mungkin multiplier effect dari MRT itu sangat membantu penciptaan lapangan kerja dan mendukung penambahan kantong-kantong ekonomi di sekitar area yang dilalui MRT," katanya.

6. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu) meninjau proyek Moda Raya Terpadu (MRT) dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Lebak Bulus. Menempuh perjalanan selama 30 menit, Menkeu menilai MRT dapat memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan sehingga dapat menekan efisiensi dalam menempuh perjalanan masyarakat kota Jakarta.

"Ini betul-betul akan mentransformasikan Indonesia, khususnya Jakarta akan menjadi semakin modern," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (6/3) kemarin.

Menurutnya, MRT dapat dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif. Pembangunan MRT juga memberikan keuntungan lain seperti misalnya, perpindahan penggunaan transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mengurangi kemacetan, dan mengurangi polusi udara.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak