alexametrics

Rupiah Dibuka Merosot Tajam Sentuh Level Rp14.223/USD, Euro Terkapar

loading...
Rupiah Dibuka Merosot Tajam Sentuh Level Rp14.223/USD, Euro Terkapar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (8/3/2019) merosot sangat tajam hingga menyentuh level Rp14.223/USD setelah liburan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (8/3/2019) merosot sangat tajam hingga menyentuh level Rp14.223/USD setelah liburan. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi euro yang juga terkapar mendekati level terburuknya dalam 21 bulan.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka anjlok menjadi Rp14.223/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam sangat dalam untuk meneruskan kinerja negatif kemarin Rp14.129/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga merosot ke posisi Rp14.220/USD. Rupiah menunjukkan terus memburuk di akhir pekan untuk menjadi sinyal pelemahan lanjutan usai sebelumnya parkir di level Rp14.140/USD.



Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi juga ambruk menjadi Rp14.230/USD dengan pergerakan harian Rp14.124 hingga Rp14.230/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah dibandingkan kemarin Rp14.140/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange melemah semakin parah ke level Rp14.234/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.142/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.220-Rp14.234/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro mendekati level terendah 21 bulan setelah ECB dovish dan menjelang rilis data pekerjaan A.S. Mata uang tunggal, euro masih berjuang di dekat level terendah 21-bulan terhadap dolar pada perdagangan Jumat.

Euro tertekan oleh serangkaian sinyal dovish dari Bank Sentral Eropa, dengan pasar mata uang bersiap untuk volatilitas lebih lanjut menjelang data pekerjaan AS yang bakal dirilis hari ini. Sedikit berubah, euro terpantau berada pada level 1,1197 terhadap dolar AS setelah jatuh 1% pada hari Kamis, kemarin untuk menyentuh 1,1176 per USD dan menjadi yang terendah sejak Juni 2017.

Mata uang euro tercatat telah turun 1,5% sepanjang minggu ini. Euro mendapat pukulan besar kemarin, setelah ECB menunda kembali kenaikan suku bunga pertama pasca-krisis hingga 2020, memangkas perkiraan ekonominya dan meluncurkan putaran baru pinjaman bank murah.

Sedangkan Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya bertengger di level 97.622. Indeks melonjak 0,75% pada sesi perdagangan Kamis, untuk menyapu puncak tertinggi tiga bulan dekat 97,71 dan menuju kenaikan mingguan 1,2%.

Greenback secara efektif mendatar di posisi 111,63 ketika melawan Yen Jepang setelah turun 0,15% terhadap rivalnya mata uang Jepang semalam di tengah penghindaran risiko di pasar yang lebih luas. Ekuitas global lebih rendah setelah ECB memicu kekhawatiran pertumbuhan ekonomi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak