alexametrics

Kota Batu Kembangkan Kawasan Agropolitan Plus Bawang Putih

loading...
Kota Batu Kembangkan Kawasan Agropolitan Plus Bawang Putih
Petani memanen bawang putih di salah satu sentra hortikultura di Kota Batu, Malang, Jatim. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kota Batu terkenal sebagai destinasi wisata andalan Jawa Timur dengan mengandalkan potensi agrowisata apel dan wahana wisata lainnya. Meski berstatus kota, namun wilayah Batu sangat menonjol sektor pertaniannya, khususnya hortikultura.

Dengan luas areal 19.908 hektare (ha), topografi Kota Batu tersusun dari gugusan perbukitan. Terdapat tiga gunung di Kota Batu yaitu Gunung Panderman (2.020 m dpl), Gunung Welirang (3.156 m dpl), Gunung Arjuno (3.339 m dpl).

Jenis tanahnya terdiri dari empat macam meliputi andosol, kambisol, aluvial dan latosol. Andosol dan kambisol dikenal sebagai jenis tanah yang subur dan cocok untuk budidaya pertanian. Sumber air pun melimpah, baik dari Sungai Berantas maupun air tanah. Tak heran jika Kota Batu tumbuh pesat menjadi sentra hortikultura modern di Jawa Timur.



Direktur Sayuran dan Tanaman Obat M Ismail Wahab mengatakan, Kota Batu menjadi salah satu daerah yang ditargetkan untuk pengembangan bawang putih. Kawasan Malang Raya termasuk Kota Batu dulu sangat dikenal sebagai sentra bawang putih di Jawa Timur, bahkan nasional.

"Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terus daerah tersebut agar bangkit kembali, sehingga nantinya selain Apel juga dikenal kembali bawang putihnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/3/2019).

Menurut Ismail, Kementan terus memantau Kota Batu Malang, yakni tergolong antusias dalam menyambut program pengembangan bawang putih yang dicanangkan Kementan, termasuk program wajib tanam importir. Buktinya, dalam kurun waktu 2017-2018, sudah terdapat empat perusahaan yang melaksanakan wajib tanamnya di Kota Batu dengan realisasi tanam 50 ha.

“Kami berharap pengembangan bawang putih di Kota Batu terus diperluas dan bisa disinergikan dengan agrowisata lain menjadi satu Kawasan Agropolitan terpadu namun tetap berwawasan lingkungan," bebernya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono menyebut komoditas hortikultura seperti buah-buahan, sayuran dan tanaman hias mendominasi pertanian di wilayahnya. Menurutnya, jenis sayuran yang paling banyak ditanam petani adalah kentang, wortel, sawi putih, paprika, bawang merah dan bawang putih serta sayuran daun lainnya.

Setidaknya ada 6.000 ha tanah jenis andosol dan 3.000 ha tanah kambisol di wilayah ini yang sangat cocok untuk pengembangan bawang putih. "Petani semakin antusias tanam bawang putih.Kami berharap ini bisa makin melengkapi kawasan Agropolitan Kota Batu," ujar Sugeng.

Kepala Sub Direktorat Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan M Agung Sunus mengatakan, pemerintah pusat sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Batu membangkitkan kembali bawang putih. Sebagai wujud komitmen dukungan pemerintah pusat, Kementan mengalokasikan dana APBN untuk 50 ha tanam bawang putih.

"Dana tersebut sifatnya stimulan dan bisa digunakan petani untuk membeli benih, pupuk organik dan an organik, mulsa, kapur dolomit dan bahan pengendali OPT ramah lingkungan. Kami dorong terus para importir wajib tanam untuk merealisasi tanamnya di sini," kata Agung
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak