alexametrics

Aset Capai Rp8.000 Triliun, Rini Tekankan Pentingnya BUMN Holding

loading...
Aset Capai Rp8.000 Triliun, Rini Tekankan Pentingnya BUMN Holding
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat hadir pada acara BUMN Great Leaders Camp yang diselenggarakan Kementerian BUMN bekerjasama dengan FHCI. Foto/Ist
A+ A-
BANDA ACEH - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kembali menekankan perlunya pembentukan holding pada semua sektor BUMN. Holding BUMN diharapkan meningkatkan sinergi untuk memajukan ekonomi bangsa.

Menurut Rini, BUMN memiliki potensi dan kekuatan sangat besar. Sayangnya, adanya persaingan sengit antar BUMN perbankan malah berakhir munculnya kerugian negara. Namun hal itu, saat ini mulai dikurangi, sehingga kontribusi BUMN terhadap bangsa semakin besar.

Rini menyebut, kinerja BUMN selama 4 tahun terakhir semakin kuat dan kokoh. Laporan kinerja BUMN sampai 31 Desember 2018, total aset BUMN telah menembus angka Rp8.092 triliun, naik signifikan dari capaian 2015 lalu sebesar Rp5.760 triliun. Sementara total laba terus bertumbuh mencapai Rp188 triliun dari sebelumnya Rp150 triliun pada tahun 2015.



Kontribusi BUMN terhadap APBN pun melonjak menjadi Rp422 triliun, naik Rp119 triliun jika dibandingkan tahun 2015 yang tercatat Rp303 triliun. Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terlihat dari capex BUMN yang meningkat sepanjang 2018 yakni Rp487 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp221 triliun pada tahun 2015 dengan tetap didominasi oleh sektor infrastruktur.

"Dalam kondisi sekarang, maka bagaimana kita bisa makin menciptakan sinergi antar BUMN. Bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai. Terutama sesuai arahan Pak Presiden, agar seluruh sektor BUMN menjadi holding," katanya saat membuka acara "BUMN Great Leaders Camp", Selasa (12/3/2019).

Menurut Rini, semangat one nation, one vision, dan one family to excellence harus terus ditingkatkan. Sehingga kinerja seluruh BUMN yang mencatat total laba Rp200 triliun tahun lalu, bisa mendorong pencapaian target laba 2019 sebesar Rp225 triliun.

Dia mencontohkan, perusahaan konstruksi harus mengutamakan membeli baja ke PT Krakatau Steel. Sementara perjalanan dinas via udara seluruh BUMN selayaknya menggunakan layanan PT Garuda Indonesia.

Rini menegaskan, soliditas dan sinergitas antar BUMN harus dimulai dari puncak pimpinan tertinggi masing-masing perusahaan agar memberikan contoh untuk diikuti hingga pekerja di lapangan. BUMN yang bergerak dalam satu industri yang sama sekalipun harus mampu memahami semangat sebagai satu keluarga yang saling bahu membahu mencapai hasil yang lebih besar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak