alexametrics

Jokowi Ingin Tambah Kementerian, Ekonom: Bakal Sulitkan Investor

loading...
Jokowi Ingin Tambah Kementerian, Ekonom: Bakal Sulitkan Investor
Presiden Joko Widodo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Investasi dan ekspor menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membentuk dua kementerian khusus dalam meningkatkan kinerja investasi dan ekspor. Rencana pembentukan kementerian tersebut, sudah dibahas saat rapat kabinet bersama beberapa menteri.

Namun ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, menilai pembentukan kementerian khusus untuk menangani investasi dan ekspor tidak akan efisien. Sebaliknya, penambahan menteri akan menyulitkan investor.

"Usul tersebut lebih baik dikaji dulu secara matang baru dilempar ke publik. Tidak semua masalah investasi dan ekspor selesai dengan membuat institusi baru. Yang ada nanti makin birokratis dan menyulitkan investor," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (12/3/2019).



Menurut dia, penambahan kementerian perlu diukur efektivitas kerja, koordinasi dan anggaran dari rencana kementerian baru ini. Pasalnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah menjadi institusi yang baik dalam menangani investasi.

"Kan sudah ada BKPM untuk urusan investasi. Tapi selama ini ada ego sektoral antar kementerian lembaga. Izin investasi misalnya sering bersinggungan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ESDM dan Pemerintah Daerah. Membuat kementerian baru belum tentu menyelesaikan permasalahan ini," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak