alexametrics

Sri Mulyani Paparkan Penggunaan Uang Pajak untuk Pembangunan

loading...
Sri Mulyani Paparkan Penggunaan Uang Pajak untuk Pembangunan
Sri Mulyani kembali menegaskan, bahwa penerimaan pajak yang diperoleh negara baik itu dari WP orang pribadi maupun badan, sepenuhnya digunakan untuk membangun Indonesia. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menke) Sri Mulyani kembali menegaskan, bahwa penerimaan pajak yang diperoleh negara baik itu dari wajib pajak (WP) orang pribadi maupun badan, sepenuhnya digunakan untuk membangun Indonesia. Hal ini menurutnya terlihat dari pembangunan infrastruktur oleh pemerintah yang dilakukan secara masif dalam empat tahun terakhir.

"Pembayaran pajak Anda untuk bangun Indonesia dan membuat pertumbuhan (ekonomi) kita lebih tinggi, walaupun tahun 2018 itu enggak mudah menggunakan pajak Anda untuk menstimulasi perekonomian Indonesia," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Sambung mantan Direktur Bank Dunia itu menerangkan, bahwa uang pajak yang dipungut negera selanjutnya dipakai untuk pembangunan infrastruktur seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT). Ditambahkan olehnya serta satu juta rumah lebih yang bakal dibangun.



"Di tahun 2018 ini ada pembangunan yang kita lakukan sebanyak 41 ribu meter jembatan dan jalan baru dan juga 782 km jalan tol dan bisa digunakan untuk mudik. Serta 850 lebih hektare jaringan sawah dan 10 lokasi baru pariwisata, 10 bandara ditambah 750 km reaktivitas jalur ganda, pembangunan LRT dan MRT hingga jutaan rumah dibangun oleh pajak di tahun 2018 sangat luar biasa," jelasnya.

Dia pun menekankan pajak yang dikumpulkan digunakan untuk membangun perekonomian Indonesia menjadi lebih produktif, sehingga para wajib pajak (WP) diimbau untuk taat serta patuh membayar pajak. "Hasil pajak Anda digunakan untuk pembangunan Indonesia. Pertumbuhan tinggi meski situasi 2018 tidak mudah. Kita tumbuh 5,17%," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak