alexametrics

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 6.404, Bursa China Jatuh Paling Dalam

loading...
IHSG Ditutup Perkasa ke Level 6.404, Bursa China Jatuh Paling Dalam
IHSG pada perdagangan, Kamis (14/3/2019) ditutup menghijau untuk melengkapi tren penguatan sepanjang hari ini saat bursa Asia bergerak mixed dipimpin kejatuhan terdalam pasar saham China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (14/3/2019) ditutup menghijau untuk melengkapi tren penguatan sepanjang hari ini, saat bursa Asia bergerak mixed dipimpin kejatuhan terdalam pasar saham China. Hingga akhir sesi, IHSG naik 35,69 poin atau 0,56% ke level 6.413,27.

Sebelumnya pada sesi siang, bursa saham Tanah Air meningkat 9,573 poin atau 0,15% menjadi 6.387,15 untuk meneruskan raihan positif sejak pembukaan lewat penguatan 7,240 poin yang setara 0,113% ke posisi 6.384,82. Dalam dua sesi, IHSG mencetak hasil lebih baik dibandingkan penutupan Rabu (13/3) yang bertengger di 6.377,58.

Sektor saham dalam negeri kebanyakan menghijau hingga sesi sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor industri dasar mencapai 2,03% serta aneka industri menguat 2,02%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa sektor consumer yang jatuh hingga minus 0,52%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp11,01 triliun dengan 19,38 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp633,64 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,39 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,76 triliun. Tercatat sebesar 240 saham menguat, 195 melemah dan 152 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya Waran Seri I Barito Pacific Tbk. (BRPT-W) naik Rp185 menjadi Rp1.300, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp175 menjadi Rp7.275 dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melonjak Rp130 ke posisi Rp3.150.

Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp725 menjadi Rp90.825, PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) merosot Rp180 menjadi Rp715 serta PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) lebih rendah Rp125 menjadi Rp1.475.

Di sisi lain pasar saham Asia bergerak mixed alias variatif karena pertumbuhan output industri China melambat, ditambah sentimen dari anggota parlemen Inggris yang kembali menolak kesepakatan Brexit yang diajukan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May. Tercatat bursa saham China jatuh paling dalam hingga sesi sore perdagangan hari ini.

Saham daratan China mundur karena Komposit Shanghai anjlok hingga 1,2% menjadi 2.990,68 untuk mengiringi kemerosotan Komposit Shenzhen yang mencapai sebesar 2,311%. Hal ini setelah data ekonomi yang baru saja dirilis menunjukkan pertumbuhan output industri China turun ke level terendah dalam 17 tahun di dua bulan pertama tahun 2019.

Seperti dilansir Reuters, hal tersebut lebih lanjut menunjukkan perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Meski begitu, investasi meningkat seiring pemerintah mempercepat proyek jalan dan kereta api. Sementara Beijing telah menjanjikan ratusan miliar dolar dalam bentuk pemotongan pajak dan belanja infrastruktur untuk mendukung ekonomi yang lesu.

Selanjutnya tren pelemahan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang berbalik memerah setelah sempat menanjak naik, untuk kemudian tergelincir 0,02% atau 3,22 poin di level 21.287,02. Raihan tersebut mengiringi indeks Topix yang juga merosot 0,24% menjadi 1.588,29. Di sisi lain indeks Kospi, Korea Selatan mencetak keuntungan meskipun tidak terlalu besar dengan tambahan 0,34% pada level 2.155,68 untuk diikuti indeks Hang Seng, Hong Kong naik 0,15%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak