alexametrics

Rupiah Ditutup Naik Tipis, Dolar Menuju Pelemahan Mingguan Terbesar

loading...
Rupiah Ditutup Naik Tipis, Dolar Menuju Pelemahan Mingguan Terbesar
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada akhir perdagangan, Jumat (15/3) ditutup mencoba pulih, dengan kenaikan tipis mengiringi laju dolar yang jatuh ke jalur pelemahan mingguan terbesar. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Jumat (15/3/2019) ditutup mencoba pulih, dengan kenaikan tipis ke kisaran Rp14.260/USD. Pergerakan mendatar kurs rupiah mengiringi laju dolar yang jatuh ke jalur pelemahan mingguan terbesar dalam tiga bulan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah naik tipis di akhir sesi menjadi Rp14.258/USD dibandingkan penutupan Kamis, kemarin Rp14.275/USD. Rupiah sepanjang sesi perdagangan akhir pekan bergerak pada level Rp14.249 hingga Rp14.310/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah dengan berada pada level Rp14.310/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.253/USD.



Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat juga merayap lebih tinggi ke posisi Rp14.260/USD dibandingkan kemarin Rp14.277/USD. Rupiah di perdagangan Jumat terlihat bergerak di kisaran Rp14.257-Rp14.315/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, menunjukkan pergerakan rupiah sedikit lebih baik saat menghadapi mata uang Negeri Paman Sam. Rupiah pada penutupan perdagangan meningkat dengan berada di level Rp14.280/USD setelah sebelumnya bertengger Rp14.282/USD.

Sementara itu seperti dilansir Reuters hari ini, Dolar tergelincir terhadap para pesaingnya pada perdagangan hari Jumat untuk berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga bulan. Kejatuhan dolar menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed pekan depan, dimana para pembuat kebijakan bakal membahas seputar prospek suku bunga acuan.

Sejauh ini diperkirakan tidak akan ada perubahan dalam tingkat kebijakan dari hasil pertemuan The Fed pekan depan, setelah Bank Sentral menghentikan siklus kenaikan suku bunga di Bulan Januari, lalu. Para pejabat mungkin sedikit mendorong kebijakan yang lebih hati-hati, menyusul masih adanya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global ke depannya.

Hal itu setelah pekan bergejolak pada pasar mata uang untuk menjadi sentimen negatif. Terhadap para pesaingnya, dolar terpantau mengalami penurunan hingga 0,2% menjadi 96,61 di perdagangan London. Untuk minggu ini, ditetapkan dolar AS melemah 0,7% untuk menjadi penurunan terbesar sejak awal Desember.

Di sisi lain Yen Jepang tetap menguat setelah Bank of Japan mempertahankan kebijakan moneter stabil, ditambah optimisme bahwa ekspor tetap kuat dan output pabrik akan mendukung pertumbuhan, memberikan dorongan pada status safe-haven. Di tempat lain, Pounds sedikit tertahan meskipun masih berada dalam jalur kenaikan mingguan terbesar.

Peningkatan harapan bahwa Inggris tidak akan meninggalkan Uni Eropa alias Brexit tanpa kesepakatan pada 29 Maret, mendatang masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Pounds diperdagangkan pada posisi 1,3217 terhadap USD atau berada di bawah posisi tertinggi sembilan yang dicetak Rabu, lalu di posisi 1,3380.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak