alexametrics

Jelang Pilpres, Satgas Pertamina Pastikan Suplai LPG di Jabar Berjalan Lancar

loading...
Jelang Pilpres, Satgas Pertamina Pastikan Suplai LPG di Jabar Berjalan Lancar
Pasokan LPG 3 kilogram. Foto/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - PT Pertamina memastikan suplai dan pasokan energi, terutama LPG 3 kilogram di Jawa Barat, berjalan aman dan lancar. Untuk itu, Pertamina telah membuat satgas energi untuk memastikan ketersediaan LPG tidak tersendat menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, mengatakan Pertamina telah membentuk satgas untuk energi sejak 18 Februari lalu. Satgas itu akan bekerja hingga akhir April 2019, atau setelah proses Pemilu 2019 selesai.

"Tujuannya untuk memastikan pasokan energi dan bahan bakar LPG ke seluruh masyarakat Jawa Barat berjalan aman. Satgas saat ini telah bekerja, dan tidak ada sesuatu yang mencolok (kasus kelangkaan)," terang Dewi Sri Utami di Bandung, Senin (18/3/2019).



Menurut dia, Satgas Energi Pertamina melakukan pengawasan hingga tingkat pangkalan dan SPBU. Selain itu, Pertamina juga mengecek ketersediaan pasokan di pangkalan, dimana mereka harus melaporkan pasokan harian.

"Dengan monitoring seperti ini, akan terlihat kantong-kantog mana yang pasokannya terhambat atau kosong. Sehingga bisa termitigasi secepatnya sehingga bisa dilakukan solusi," penjelasan dia.

Bahkan untuk mematikan pasokan cukup, pihaknya meningkatkan pengawasan hingga pangkalan. Mereka diminta proaktif mengecek pasokan di tingkat pengecer. Sehingga dengan cara itu, bisa termitigasi sejak awal bila ada masalah pasokan.

"Yang pasti kami akan pastikan pasokan aman," tegas dia.

Dewi menerangkan, hingga saat ini tidak ada lonjakan konsumsi LPG karena tidak ada momen penting. Lonjakan biasanya terjadi saat Lebaran dan momen penting lainnya. "Saat ini permintaan masih normal," imbuh dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak