alexametrics

Kerja Kantoran Tanpa Kantor

loading...
Kerja Kantoran Tanpa Kantor
Kerja Kantoran Tanpa Kantor. (Koran SINDO. Syarif Hidayatullah).
A+ A-
BAGI kalangan startup, co-working space merupakan jawaban dalam mencari dan membangun kantor sendiri tanpa membutuhkan biaya besar. Kantor bersama ini menjadi solusi alternatif bagi startup.

Melalui co-working space ini, para pelaku startup bisa bekerja di kantor dengan nyaman saat menjalankan bisnisnya. Dengan cara menyewa ruangan bisa secara perorangan, kelompok, dan bersama-sama. Pertumbuhan Co-working space menjadi fenomena menarik untuk dicermati. Terutama dalam menunjung keberadaan para pelaku startup yang tengah bertumbuh kembang di Indonesia.Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara mengatakan, banyak berdirinya co-working space di Indonesia tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi digital yang sedang berkembang di Indonesia. “Co-working space itu konsekuensi logis dari bertumbuhnya ekonomi digital, karena co-working space itu ekosistem dari pertumbuhan ekonomi digital,” kata Rudi saat ditemui KORAN SINDO di ICE BSD belum lama ini.

Dia menjelaskan, ada beberapa keuntung an membuat para pelaku startup memilih berkantor di co-working space, yakni lingkungan kerja yang nyaman dan aman sehingga bisa memberikan mood positif. Karena co-working space diciptakan menjadi kantor bersama para pelaku startup maupun dari kalangan profesional, pelajar, dan pelaku bisnis lainnya.



Tak hanya itu, pelaku startup juga bisa saling berbagi informasi. Salah satu keuntungan terbesar dari ber bagi informasi itu, bertambahnya jaring an dan terbukanya peluang usaha baru yang sangat mungkin bisa digarap bersama sehingga terciptanya berbagai peluang.

“co-working spaceitu sangat baik bagi para pelaku startup , karena ada startup -nya, dan orang juga mengembangkan aplikasinya. Bagi untuk perusahaan yang belum besar, co-working spaceadalah pilihan,” kata Rudi. Menurutnya, co-working space merupakan tempat berkumpulnya wawasan dan keahlian.

Di sini pengetahuan membuat coding bisa diasah dengan bergaul antar sesama programmer membuat coding. “Sebuah co-working spacedigunakan oleh beberapa perusahaan yang mempunyai spesialisasi berbeda. Di Jakarta, pertumbuhannya sangat luar biasa. Bahkan, di Bali ada yang di tengah sawah,” ujarnya.

Co-working spacejuga berkembang pesat di Tangerang, Banten. Hal ini ditandai dengan banyak berdirinya co-working space di wilayah Bintaro Jaya, BSD City, dan kawasan Summarecon Mal Serpong (SMS).

Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap menambahkan, saat ini sudah ada empat co-working spaceyang berdiri di BSD City dengan segmentasi berbeda antara satu dengan yang lain nya. “Memang pada kita sendiri di BSD City, kita sudah punya empat co-working spaceyang berbeda brand, dan mereka ada itu. Ada pada kita dan terus menambah space-nya, menambah luasnya,” kata Irawan.

Perkembangan co-working space, kata dia, maju bersama tumbuhnya startup di BSD City. Dalam satu hingga dua tahun, startup berkantor di co-working space bisa langsung menyewa gedung kantor sendiri. “Ketika mereka sudah berjalan 1-2 tahun, mereka sudah dapat modal yang cukup dan bisa sewa kantor lebih baik, mereka akan pindah sewa ke gedung sendiri yang ada di wilayah BSD City,” kata Irawan.

Dia mengungkapkan, co-working space merupakan peluang baru yang akan dikembangkan Sinar Mas Land. Melalui proyek Digital Hub, proyek co-working spaceakan dibuat luas mencapai 5.000-10.000 meter persegi.

“Kalau co-working spacenggak ada investasi atau beli gedung sendiri. Mereka selalu sewa. Nanti ketika gedung digital hub sudah jadi, kita butuh operator yang besar, kita punya co-working space besar,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Co- Working Space Start Space Kurniawan mengatakan, co-working spaceyang dikelolanya memiliki konsep luar angkasa sangat nyaman terdiri dari empat lantai lengkap dengan kafenya. “Konsep co-working itu banyak banget. Kita pakai tema space. Makanya, nama-nama ruangan kita mewakili ruang angkasa. Logo kita juga ada roketnya. Kita berharap semua co-workingdi sini bisa terangkat,” ujarnya.

Dijelaskan dia, ini merupakan era startup. Karena banyak startup yang membutuhkan co-working space untuk tempat usaha mereka sehingga benar-benar sangat dibutuhkan sebagai penunjangnya. “Setiap orang itu kan eranya star t up , ibarat roket kecil yang sama-sama kita jaga. Grafik pengunjung kita setiap bulan selalu naik profitnya, karena kita baru. Belum tentu semua orang tahu kita,” kata Kurniawan.

Menurutnya peluang usaha co-working space sangat besar. Dengan modal sekitar Rp100 juta untuk sewa gedung, ditambah renovasi gedung dan dekorasi senilai ratusan juta, Start Spacemulai dikenal luas. “Ini ada kesempatan dan memang sedang tren. Kesempatan itu juga saya nilai bagus. Terus juga karena kebutuhan kantor, jadi satu ruangan di private office. Satu ruangan itu saya pakai sendiri,” ungkapnya.

Co-working space merupakan fenomena baru, karena orang-orang yang tidak berkan tor bisa memiliki kantor bersama sesuai dengan kemampuannya dalam pengembangan usaha membangun bisnis. “Melalui co-working spaceini para pelaku startup bisa tetap bekerja di kantor tanpa memiliki kantor. Bekerja sekarang menjadi tanpa ada sekat lagi. Revolusi industri 4.0 membuat semua jadi mungkin,” katanya. (Hasan Kurniawan)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak