alexametrics

JICT Akan Jadikan Tanjung Priok Hub di Asia Tenggara

loading...
JICT Akan Jadikan Tanjung Priok Hub di Asia Tenggara
JICT menargetkan pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan hub di Asia Tenggara. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Tanjung Priok menduduki peringkat 26 dunia pelabuhan paling sibuk dengan kapasitas pertumbuhan arus peti kemas mencapai 6 juta TEUs per tahun dan ditingkatkan menjadi 7 Juta TEUs per tahun.

Jakarta International Container Terminal (JICT) sebagai salah satu pengelola terminal peti kemas di Tanjung Priok menargetkan pelabuhan ini menjadi pelabuhan hub di Asia Tenggara.

"Salah satu nilai lebih yakni akses transportasi dari pelabuhan menuju titik pengiriman (pabrik, gudang, lokasi konsumen) yang efektif sehingga barang langsung dikirim dan tidak perlu berlama-lama di pelabuhan," ujar Wakil Direktur Utama JICT, Riza Erivan dalam keterangan tertulis di Jakarta Selasa (19/3/2019).



Tanjung Priok merupakan pelabuhan penting bagi perekonomian nasional perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk saling mendukung dan melengkapi. Kerja sama yang mencakup transfer teknologi, human capital development, international networking, dan stakeholder endorsing dibutuhkan sehingga dapat mendongkrak posisi Indonesia di pasar global.

Pada 2014 pemegang saham telah bersepakat memperpanjang kontrak kerjasama antara Pelindo II dan Hutchison Port Holdings (HPH). Menurut Riza, perpanjangan kontrak ini tentunya membawa keuntungan bagi Indonesia. Misalnya, dalam kontrak disebutkan JICT diwajibkan membayar sewa sebesar USD85 juta setiap tahun ke Pelindo II.

Dana itu, kata dia, dapat digunakan pemerintah untuk membangun pelabuhan-pelabuhan baru di berbagai tempat di Indonesia, sehingga geliat perekonomian dapat terdistribusi sampai ke pelosok-pelosok daerah, serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Untuk menjadikan Tanjung Priok sebagai hub, perlu disiapkan peralatan dan teknologi bongkar muat kontainer ke dermaga, birokrasi yang efisien agar menarik bagi perusahaan kapal yang akan bersandar. "Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan untuk mewujudkan Indonesia menjadi pelabuhan terminal peti kemas hub di Asia Tenggara," ujarnya.

Manajemen JICT yakin dengan adanya kerja sama semua pihak baik pemerintah, manajemen, karyawan, vendor, JICT mampu memberikan kontribusi signifikan bagi cita-cita tersebut.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak