alexametrics

Rupiah Diprediksi Menguat Menyusul Sinyal The Fed

loading...
Rupiah Diprediksi Menguat Menyusul Sinyal The Fed
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan menjelang akhir pekan, diperkirakan masih memiliki potensi penguatan usai rapat The Fed. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan menjelang akhir pekan, diperkirakan masih memiliki potensi penguatan. Pasalnya hasil rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat alias The Fed untuk suku bunga cenderung dovish, sehingga menjadi sentimen positif bagi mata uang garuda.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra memprediksi nilai tukar rupiah terhadap USD pada hari ini bakal bergerak di kisaran level Rp14.130 sampai dengan Rp14.200 per USD. "Hasil rapat Fed dinihari tadi ditangkap oleh pelaku pasar bahwa Fed mengindikasikan tidak ada kenaikan suku bunga sepanjang 2019. Dan ini mendorong pelemahan dollar AS terhadap semua mata uang global," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (21/3/2019)

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus berlari kencang meninggalkan level Rp14.200 per USD. Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada penutupan dagang, Rabu (20/3/2019) perkasa 45 poin atau 0,32% ke level Rp14.187 per USD.



Pembukaan dagang, mata uang kecintaan kita terapresiasi 6 poin ke level Rp14.226 per USD, dibanding penutupan Selasa kemarin di Rp14.232 per USD. Rabu ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.177-Rp14.234 per USD.

Hasil di atas mendaulat rupiah sebagai mata uang terkuat di Asia pada Rabu kemarin. Disusul yuan China +0,24%, ringgit Malaysia +0,21%, rupee India +0,19%, dan peso Filipina +0,16%. Baht Thailand dan yen Jepang menjadi mata uang Asia yang lemah, dengan masing-masing turun -0,20% dan -0,13%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak