alexametrics

BI Sebut Pembayaran Nontunai Meningkat 15,3%

loading...
BI Sebut Pembayaran Nontunai Meningkat 15,3%
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat sistem pembayaran tetap terpelihara baik tunai maupun nontunai secara keseluruhan. Untuk sistem pembayaran nontunai terjadi peningkatan secara konsisten.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebutkan pembayaran tunai tetap tumbuh positif meski nontunai terus meningkat. Terlihat dari Uang Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 7,4% secara year on year (yoy) pada Februari 2019. Begitu pula dengan pembayaran nontunai yang secara konsisten terus meningkat.

Perry mengungkapkan, peningkatan terjadi pada penggunaan Uang Elektronik (UE). Secara keseluruhan, untuk pembayaran nontunai baik itu penggunaan ATM-Debit, Kartu Kredit dan UE tumbuh 15,3% (yoy) pada Januari 2019. "UE yang mengalami pertumbuhan mencapai 66,6% (yoy)," terangnya di Gedung Bank Indonesia, Kamis (21/3/2019).



Adapun untuk penggunaan ATM-Debit masih mendominasi transaksi sistem pembayaran ritel dengan pangsa 94,8% dan pertumbuhan 15,4% (yoy).

Sementara itu, penggunaan UE semakin populer, terutama sebagai instrumen pembayaran untuk moda transportasi dan e-commerce. "Kedepan, Bank Indonesia akan terus memperkuat peran sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi," pungkasnya.

Perry menerangkan, sistem keuangan tetap terjaga berkat fungsi intermediasi yang membaik dan risiko kredit yang terkendali. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Januari 2019 tetap tinggi, yakni 23,1% dan disertai rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah, yakni 2,6% (gross) atau 1,2% (net).

Dari fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit pada Januari 2019 tercatat 12,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Desember 2018 sebesar 11,8% (yoy). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2019 sebesar 6,4%, tidak berbeda jauh dibandingkan pertumbuhan Desember 2018 sebesar 6,5%.

Sementara itu, kinerja korporasi go public membaik tercermin dari peningkatan keuntungan dan kemampuan membayar kewajiban. Kedepan, Bank Indonesia memandang ruang ekspansi pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan tetap terbuka.

Hal ini mempertimbangkan siklus kredit yang berada di bawah level optimum di tengah prospek permintaan yang tinggi. Bank Indonesia memprakirakan kredit perbankan tetap tumbuh tinggi mendekati batas atas kisaran 10-12% (yoy) dan didukung pertumbuhan DPK yang diprakirakan dalam kisaran 8-10% (yoy).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak