alexametrics

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, BI Pacu Permintaan Domestik

loading...
Jaga Pertumbuhan Ekonomi, BI Pacu Permintaan Domestik
Menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bank Indonesia (BI) fokus memacu permintaan domestik ketika kondisi perekonomian global diprediksi masih melambat. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
YOGYAKARTA - Menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bank Indonesia (BI) fokus memacu permintaan domestik. Terlebih, saat ini kondisi perekonomian global diprediksi masih akan mengalami perlambatan sehingga berpotensi menghambat kinerja ekspor nasional.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI IGP Wira Kusuma mengatakan, agar kondisi dalam negeri tetap terjaga, stabilitas eksternal harus diperkuat, sembari tetap mengupayakan pertumbuhan ekonomi. Stabilitas eksternal juga membuat bank sentral mempertahankan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini.

"BI lakukan langkah kebijakan akomodatif, untuk dorong permintaan domestik. Permintaan domestik menjadi fokus untuk pertumbuhan ekonomi, jadi berdasarkan hal tersebut kebijakan yang disampaikan, perkuat stabilitas eksternal yang jadi prioritas BI dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Wira di Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).



Dia menambahkan, prospek ekonomi global akan mengalami perlambatan tahun ini. Perlambatan ekonomi juga membuat bank sentral negara maju mulai mengambil langkah dovish terkait kebijakan suku bunganya. "Dengan berkurangnya ketidakpastian dari pasar keuangan global, maka aliran modal akan mengalir ke negara berkembang seperti Indonesia," jelasnya.

Terlebih menurutnya prospek ekonomi Indonesia juga terbilang baik yang tercermin dari aliran modal asing yang terus masuk positif ke RI. “Tentu ada risiko sektor eksternal, perkembangan eksternal belum kondusif berdampak ke perekonomian domestik, disebabkan transaksi berjalan (CAD) masih tinggi,” papar Wira.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak