alexametrics

Perbankan Nasional Jadi Kebal Pasca Krisis Moneter 1998

loading...
Perbankan Nasional Jadi Kebal Pasca Krisis Moneter 1998
Bank Indonesia (BI) menilai kondisi perbankan nasional saat ini menjadi kebal terhadap gejolak setelah belajar dari krisis moneter pada 1998 silam. Foto/Ilustrasi
A+ A-
YOGYAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai kondisi perbankan nasional saat ini menjadi sangat sangat kuat, apabila dibandingkan dengan periode 20 tahun lalu. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Ita Rulina menjelaskan, perbankan nasional kebal meskipun terjadi gejolak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

"Banyak bank yang belajar dari masa krisis moneter pada 1998 dan 2008 lalu. Perbankan menjaga modalnya supaya CAR tidak turun, ini pengalaman masa krisis yang dihantam terparah 1998 dan 2008," ujar Ita di Yogyakarta, Minggu (22/3/2019).

Sambung dia menerangkan, seluruh skala usaha baik kredit mikro, kecil dan menengah mencatatkan peningkatan pertumbuhan yaitu dari masing-masing sebesar 14,1% (yoy), 10,7% (yoy), dan 7,1% (yoy) pada Desember 2018 menjadi masing-masing sebesar 15,5% (yoy), 10,9% (yoy) dan 9,6% (yoy) pada bulan berjalan.



Apalagi tercatat kredit UMKM pada Januari 2019 memang mengalami pertumbuhan dikisaran 11% (yoy). Pertumbuhan kredit UMKM ini ditopang oleh penyaluran KUR di Januari 2019 yang tercatat sebesar Rp9,67 triliun dengan total debitur 354.448 (6,95% dari target 2019). “Penyaluran KUR sampai Januari 2019 itu Rp9,67 triliun dengan risiko (kredit) yang sedikit meningkat,” jelasnya.

Total penyaluran KUR tersebut paling besar dikontribusi oleh Bank BRI yang mencapai Rp6,51 triliun dengan total debitur 313.827. Kemudian disusul oleh Bank Mandiri yang telah menyalurkan Rp1,30 triliun dengan debitur 16.386. Selanjutnya Bank BNI mencapai sebesar Rp1,30 triliun, Bank BTN hingga Rp2,4 miliar.

Data bank sentral menunjukkan, per Januari 2019, perbankan memiliki permodalan yang kuat. Rasio CAR yang relative tinggi di level 23,12%, meningkat dibanding pada bulan Desember 2018 lalu. Adapun berdasarkan kelompok bank, tingginya CAR perbankan didominasi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan BUKU II. Secara umum, seluruh kelompok bank memiliki CAR di atas threshold.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak