Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat BRI
Selasa, 04 Juni 2024 - 14:39 WIB
loading...
Sejak 2017 BRI membantu masyarakat perkampungan Tuan Kentang Palembang memproduksi beragam kain tradisional, seperti songket, blongsong, tajung, atau jumputan berkualitas
A
A
A
PALEMBANG - Bila Anda ke Palembang, ada sebuah perkampungan yang menyita perhatian, yaitu perkampungan Tuan Kentang. Terletak di tepi Sungai Ogan, tepat di pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan, perkampungan ini menawarkan sensasi unik bagi para pengunjung.
Keunikan itu antara lain mayoritas masyarakat di kampung ini merupakan perajin kain tenun khas Palembang yang turut menghidupkan potensi pariwisata daerah selama puluhan tahun.
Mereka memproduksi beragam kain tradisional Palembang, seperti songket, blongsong, tajung, atau jumputan dengan kualitas yang sangat baik. H. Udin Abdillah, ketua Klaster Usaha Kain Tuan Kentang, menjelaskan bahwa keberadaan klaster tersebut sebagai wadah dan sarana untuk saling mendukung dan mengembangkan potensi antar perajin.
Udin bercerita bahwa usaha kerajinan kain tenun Tuan Kentang ini sudah dijalankan selama 40 tahun. Awalnya ia terinspirasi oleh usaha kecil yang dimiliki orang tuanya.
![Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat BRI]()
“Dulu saya sempat tinggal di Jakarta, lalu sekitar tahun 1981 saya memutuskan pindah ke Palembang dan belajar kerajinan kain tenun ini dari nol. Akhirnya belajar buka usaha sendiri sekitar 1984 dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang,” tuturnya.
Kehadiran klaster usaha tersebut berawal dari inisiatif masyarakat di sekitar. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi kain khas Tuan Kentang sekaligus membantu perajin. Saat ini, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang memiliki kurang lebih sekitar 30 anggota yang berada dalam satu kawasan kampung tersebut.
Keunikan itu antara lain mayoritas masyarakat di kampung ini merupakan perajin kain tenun khas Palembang yang turut menghidupkan potensi pariwisata daerah selama puluhan tahun.
Mereka memproduksi beragam kain tradisional Palembang, seperti songket, blongsong, tajung, atau jumputan dengan kualitas yang sangat baik. H. Udin Abdillah, ketua Klaster Usaha Kain Tuan Kentang, menjelaskan bahwa keberadaan klaster tersebut sebagai wadah dan sarana untuk saling mendukung dan mengembangkan potensi antar perajin.
Udin bercerita bahwa usaha kerajinan kain tenun Tuan Kentang ini sudah dijalankan selama 40 tahun. Awalnya ia terinspirasi oleh usaha kecil yang dimiliki orang tuanya.

“Dulu saya sempat tinggal di Jakarta, lalu sekitar tahun 1981 saya memutuskan pindah ke Palembang dan belajar kerajinan kain tenun ini dari nol. Akhirnya belajar buka usaha sendiri sekitar 1984 dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang,” tuturnya.
Kehadiran klaster usaha tersebut berawal dari inisiatif masyarakat di sekitar. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi kain khas Tuan Kentang sekaligus membantu perajin. Saat ini, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang memiliki kurang lebih sekitar 30 anggota yang berada dalam satu kawasan kampung tersebut.
Lihat Juga :