alexametrics

Sayuran Organik Makin Berkembang di Barito Kuala Kalsel

loading...
Sayuran Organik Makin Berkembang di Barito Kuala Kalsel
Kebun sayuran organik milik Kelompok Tani Tunggak Semi di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Produk hortikultura organik semakin dicari oleh konsumen yang peduli akan kesehatan. Peluang ini membuat para pelaku usaha bersemangat meningkatkan produksinya dengan memperluas lahan dan kebun organiknya, salah satunya Kelompok Tani Tunggak Semi di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.
Kelompok tani ini menjadi pemasok lokal sayuran organik untuk daerah Batola dan sekitarnya. Kelompok tani pemilik lahan 68 hektare ini menanami hampir separuh lahannya dengan sayuran organik dan menjadi penggerak organik bagi kelompok lainnya. Hal ini mendapat apresiasi pemerintah yang memberikan bantuan sarana input organik.
Bantuan berupa sarana input organik diberikan melalui kegiatan Desa Pertanian Organik (DPO) Bidang Hortikultura dengan komoditas sayuran seperti bawang daun, tomat, kangkung, bayam, timun dan jagung manis. Sebagai pelaku usaha sayuran organik, kelompok ini bekerja sama dengan kelompok tani lainnya di bawah naungan Gapoktan Rawa Makmur.

Pada 2018, Gapoktan Rawa Makmur telah menerima bantuan Pemerintah untuk Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) berupa 10 ekor sapi, kandang, 1 unit bangunan sederhana pengelolaan pupuk organik, kendaraan roda tiga dan peralatan sederhana lainnya. Bantuan ini dimanfaatkan untuk mendukung usaha budidaya organiknya agar semakin produktif.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk keberhasilan usaha," ungkap Ketua Gapoktan Rawa Makmur Sugianur dalam siaran pers Kementerian Pertanian (Kementan) yang diterima SINDOnews, Minggu (24/3/2019).



Gapoktan ini telah berhasil memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan membuat pupuk kandang yang telah difermentasi. Selain itu, sebagian besar anggota gapoktan juga mampu membuat Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR), memperbanyak agen hayati serta pestisida nabati dengan memanfaatkan kearifan lokal yang tersedia di sekitar lahan mereka. Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sangat berperan penting dalam hal pendampingan dan bimbingan teknis kepada petani.

Direktur Perlindungan Hortikultura sekaligus penanggung jawab pelaksanaan DPO Organik Bidang Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf berkeyakinan bahwa usaha tani hortikultura organik ini akan semakin berkembang karena semakin banyak tingginya kesadaran masyarakat.

"Kepada petani juga selalu disosialisasikan dan didorong untuk menghasilkan produk yang aman konsumsi, berkualitas dan ramah lingkungan, antara lain dengan menerapkan budidaya organik," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Kasubdit Data dan Kelembagaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Kurnia Nur bersama Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Fauzi memantau lahan organik milik Kelompok Tani Tunggak Semi.

Pada kesempatan tersebut, Kurnia menyampaikan, kelompok tani dan gapoktan penerima bantuan pelaksanaan DPO Bidang Hortikultura ini telah bekerja dengan baik sesuai dengan prinsip budidaya organik. Karena itu, pada akhir tahun 2019 lahan milik Kelompok Tani Tunggak Semi tersebut sudah dapat disertifikasi organik.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak