alexametrics

Donald Trump Menang, Bursa Dow Jones Gemilang

loading...
Donald Trump Menang, Bursa Dow Jones Gemilang
Bursa Dow Jones menguat setelah penyelidik khusus tidak menemukan bukti Presiden AS Donald Trump berkolusi dengan Rusia pada pemiliu 2016. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Upaya kelompok oposisi untuk mendongkel kursi kepresidenan Donald Trump, kembali gagal total. Tudingan Partai Demokrat AS bahwa Trump berkolusi dengan Rusia dalam upaya mempengaruhi pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016 tidak terbukti.

Melansir dari CNBC, Selasa (26/3/2019), penyelidik khusus Robert Mueller tidak menemukan bukti bahwa kampanye Trump 2016 berkolusi dengan Rusia. Jaksa Agung William Barr dalam sepucuk surat kepada anggota parlemen, menyatakan: "Investigasi Penasihat Khusus tidak menemukan bukti kampanye Trump atau siapa pun yang terkait dengannya berkonspirasi atau berkoordinasi dengan Rusia dalam upayanya untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS di 2016".

Pernyataan dari Jaksa Agung Barr dicerna oleh investor di pasar saham AS alias Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup menguat 14,51 poin ke level 25.516,83.



Sementara itu, indeks S&P 500 berakhir turun 0,1% menjadi 2.798,36, disebabkan rendahnya sektor saham keuangan dan teknologi. Indeks jatuh di bawah level 2.800 untuk pertama kalinya sejak 12 Maret. Nasdaq melemah 0,1% menjadi 7.637,54.

Meski demikian, indeks S&P 500 telah naik lebih 30% sejak Trump terpilih pada 2016. Salah satu katalis utama pendorongnya ialah pemotongan pajak perusahaan secara besar-besaran yang diteken oleh Trump di akhir 2017.

Dan pelemahan dua bursa utama AS di atas, disebabkan kekhawatiran atas prospek ekonomi global. Diantaranya data ekonomi yang mencewakan dari Eropa yang dirilis Jumat akhir pekan lalu. Ditambah koreksi prospek ekonomi yang dilakukan oleh Federal Reserve.

Adapun imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah sejak Desember 2017. Investor menilai sebagai sinyal resesi kemungkinan akan terjadi.

"Ekonomi Eropa dan China terus memburuk yang menyebabkan kegelisahan di luar negeri yang dapat mempengaruhi pasar Amerika Serikat," ujar Bruce Bittles, kepala strategi investasi di Baird.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak