alexametrics

Fintech Bisa Menghemat Kas Negara dan Menguntungkan UMKM

loading...
Fintech Bisa Menghemat Kas Negara dan Menguntungkan UMKM
Kemunculan layanan keuangan digital berbasis teknologi (fintech) diterangkan mempunyai banyak manfaat, dimana salah satunya terang Ketua DPR bisa menghemat kas negara. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kemunculan layanan keuangan digital berbasis teknologi (fintech) diterangkan mempunyai banyak manfaat, dimana salah satunya terang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo bisa menghemat kas negara. Pasalnya dengan mengedepankan transaksi nontunai, hal tersebut bisa menghemat biaya pembuatan uang kertas.

“Kalau bisa menggunakan transaksi nontunai, maka akan menghemat negara karena untuk membeli kertas uang itu triliuan. Jadi bisa hemat tentu lumayan juga, sistem pengamanan (uang) kita juga belinya di luar negeri,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (26/3/2019)

Lebih lanjut terang dia bisnis fintech dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan. Ditambah mempermudah transaksi dan meningkatkan literasi keuangan. Tidak ketinggalan, fintech juga menguntungkan pelaku usaha terutama Usaha Mikro, Kecil, Menegah (UMKM) dan masyarakat Indonesia.



Keuntungan bagi pelaku usaha yakni dapat menekan biaya modal, biaya operasional dengan memanfaatkan teknologi berupa smartphone. “Bisnis fintech juga bisa menggantikan peran lembaga formal seperti perbankan, menjadi alat bantu pembayaran dan kliring, mitigasi risiko dan membantu pihak yang membutuhkan,” jelasnya.

Dia menyakini bisnis fintech dapat mencegah risiko dari sumber stabilitas sistem keuangan yang berkaitan dengan sistem informasi. Namun, perkembangan ini harus sejalan dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat pada tahun lalu sekitar 277 bisnis fintech dinyatakan ilegal oleh Satgas, sehingga meresahkan masyarakat.

“Pemerintah memberikan pengawasan lebih tepatnya terhadap pelaku usaha. OJK bertanggung jawab mengatasinya, perlu memiliki aturan UU yang punya payung hukum di industri ini. Konsisten diperlukan untuk perkembangan fintech, harus mampu melindungi pihak terkait akibat penyalahan gunaan teknologi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisioner OJK Sukarela Batunanggar meminta agar perbankan dan fintech bisa berkoloborasi untuk meningkatkan UMKM. "Dengan kolaborasi bersama fintech yang kita harapkan ke depan itu bisa ditawarkan produk-produk yang tidak hanya bermanfaat, juga lebih efisien dan juga lebih meningkatkan customer experience," terang dia.

"Artinya lebih bisa menjawab berbagai permasalahan termasuk aspek inklusi keuangan yang juga masih harus kita tingkatkan ke depan, termasuk juga pembiayaan pembiayaan terhadap UMKM," papar Sukarela.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak