IHSG Diramal Jeblok ke Bawah 7.000, Terseret Saham-saham Prajogo Pangestu

Kamis, 06 Juni 2024 - 07:55 WIB
loading...
IHSG Diramal Jeblok...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (6/6/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diprediksi melemah pada sepanjang perdagangan dengan pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.886 - 7.000. Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, pada perdagangan sebelumnya, tekanan dari saham-saham grup Prajogo Pangestu semakin kuat, ditambah dengan sentimen-sentimen negatif seperti gagalnya BREN masuk FTSE dan mulai melemahnya saham-saham lain dari grup ini seperti TPIA dan BRPT.

"Dari saham-saham blue chips lainnya, walaupun ada beberapa yang mencoba menguat ternyata masih kalah untuk mempertahankan IHSG di level 7000," tulis William dalam analisisnya, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga: IHSG Menghijau Pagi Ini, Dibuka Menguat 0,21% ke 7.114

Menurut William, IHSG memiliki kesempatan untuk menutup gap pada 6.886, yang pernah terbentuk pada 14 November 2023. Ini menjadi target IHSG selanjutnya.

Secara analisis teknikal, meninggalkan demand zone tapi melemah, IHSG say goodbye dengan support 7.000 dimana tekanan ini masih merupakan efek bobot saham-saham tertentu yang melemah dengan sentimen negatif. "Peluang pelemahan ini bisa membawa IHSG menutup gap pada 6886 (candlestick pada tanggal 14 November 2023)," kata dia.

Sedangkan untuk sentimen, belum ada sentimen baru yang perlu diperhatikan saat ini. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar -151.64 poin (-2.14%) menuju 6947,67 pada perdagangan hari Rabu 5 Juni 2024. Sebanyak 172 saham menguat, 421 saham menurun, dan 192 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan kemarin. Nilai transaksi mencapai 12T (all market).

Baca Juga: IHSG Hari Ini Berakhir Terjun Bebas 2,14% ke 6.947, Ada 421 Saham Melemah

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal.

TOTL, buy, support 470, resistance 515.
Indikasi jenuh jual dengan membentuk support pada 470 dan pembentukan bullish divergence pada indikator MACD.

MIDI, buy, support 400, resistance 442.
Indikasi dimulainya penguatan dari terbentuknya golden cross pada MA5 dan MA20.

DILD, buy, support 165, resistance 180.
Pergerakan membentuk double bottom pattern dengan neckline pada 180.

MAPI, sell on strength, support 1405, resistance 1515.
Posisi harga berada pada supply zone pada 1500 – 1515 (area rawan distribusi).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved